Korps lalu lintas (Korlantas) telah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2023. Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut berupa One Way, Contraflow dan beberapa lainnya.
Meski sudah menerapkan rekayasa lalu lintas, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menyebut, masih adanya kemacetan dan keramaian di beberapa rest area.
Namun, hal itu dianggap normal saja dalam suasana mudik lebaran. Apalagi, permasalahan tersebut langsung bisa diatasi oleh para petugas di lapangan.
"Meskipun tak bisa dihindari beberapa rest area memang ramai, karena momentum lebaran yang tak terhindari berkerumun dan terjadi kemacetan yang kecil dan itu normal saja," kata Cholil Nafis, Minggu (30/4).
Oleh karena itu, Cholil Nafis mengapresiasi upaya pengaturan rekayasa arus lalin yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya Korlantas yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya mengapresiasi pengaturan lalu lintas oleh pemerintah, oleh kepolisian yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Bahkan di beberapa rest area saya mendapati posko kepolisian yang aktif untuk menjaga keamanan dan keteraturan rekayasa lalu lintas," ujarnya.
Advertisement
Cholil pun berharap apa yang dilakukan oleh para personel kepolisian dalam melakukan rekayasa lalu lintas ini dapat menjadi amalan baik dalam memberikan pelayanan bagi umat manusia di hari yang fitri.
"Mudah-mudahan ini bagian dari amal yang baik sumbangsih kepada masyarakat yang melakukan silaturahim, dan juga menjadi kinerja yang baik berjibaku berlomba-lomba memberikan pelayanan bagi umat yang lain," ungkapnya.
Secara terpisah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebut, mudik lebaran tahun ini tidak adanya kemacetan yang berarti. Hal ini juga mengomentari soal upaya Korlantas dalam memberlakukan rekayasa lalu lintas selama jalannya mudik tahun ini.
Apa yang diungkapkan olehnya itu juga karena ia mendapatkan pelayanan dari aparatur kepolisian yang siap siaga menjamin kenyamanan para pemudik.
"Sistem contraflow juga berjalan efektif dan itu juga sangat membantu selain untuk ketertiban juga kelancaran bagi semua pengguna kendaraan transportasi darat terutama mereka yang memang menggunakan kendaraan pribadi," ujar Abdul Mu'ti
Adapun, katanya, sosialisasi pemerintah kepada masyarakat terkait pengaturan waktu dalam perjalanan mudik dan balik telah berjalan efektif
"Saya kira dalam konteks kebijakan peraturan lalu lintas itu sangat membantu mengurangi kemacetan dan kemudian memang kalau masa depan itu bisa disampaikan lebih awal dan disosialisasikan secara lebih luas," ungkapnya.
"Misunderstanding atau salah pengertian antara masyarakat dengan kantor-kantor dimana mereka bekerja dapat dikurangi dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi," pungkasnya.