385 Warga Negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Sudan, kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kepulangan mereka langsung disambut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Dalam keterangannya, dari 385 WNI yang dipulangkan itu 248 di antaranya adalah wanita, 137 laki-laki, dan 43 anak-anak. Selanjutnya, mereka tidak langsung dipulangkan ke daerah asal masing-masing, melainkan ditempatkan sementara di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.
"Ini adalah ketibaan tahap pertama ke tanah air dan karena menjalani perjalanan yang melelahkan, maka setiba di Jakarta mereka akan diinapkan di asrama Pondok Gede sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing," ungkap Menlu Retno Marsudi di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Jumat (28/4).
Di asrama haji Pondok Gede nanti, para WNI tersebut nantinya akan memperoleh layanan kesehatan dan lainnya sebelum dipulangkan ke daerah asal.
"Kementerian PMK dan Kesehatan akan menyiapkan layanan kesehatan, konseling, lalu ada Kementerian sosial, Kemendagri dan Pemda terkait akan memfasilitasi kepulangan ke daerah masing-masing," terang dia.
Advertisement
Retno menerangkan dalam mengevakuasi ratusan WNI di daerah konflik tersebut, pihaknya melakukan pengamanan pemulangan secara bertahap agar seluruh WNI dan beberapa WNA yang ada di Sudan, dapat dipulangkan dengan selamat.
"Dievakuasi melalui jalan darat ke Port Sudan, lalu dari Port Sudan ke Jeddah melalui laut dan udara dan dilakukan evakuasi ke Indonesia. Pola evakuasi ini kita jalankan untuk merespons pola situasi lapangan yang cair dan untuk segera mengeluarkan WNI dari daerah konflik dengan lancar, kita juga membantu evakuasi WNA dalam evaluasi kita," jelas Retno.
Sebagai informasi, 385 WNI asal Sudan itu tiba ke Indonesia dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 991. Selanjutnya mereka langsung diantar ke Terminal 3 Internasional menuju bus yang untuk diantar ke asrama haji Pondok Gede.