TNI tidak menghentikan operasi pembebasan Pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37) dengan status siaga tempur. Operasi ini terus berjalan meskipun lima prajurit gugur dalam baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) di Mugi-Mam Nduga, Sabtu, 15 April 2023.
"Operasi pembebasan Sandera tetap dijalankan, dengan peningkatan status siaga tempur. Artinya setiap individu harus menempatkan dirinya dalam kondisi siaga tempur," kata Kapuspen TNI Laksda, Julius Widjojono saat dihubungi, Senin (24/4).
Sementara untuk di wilayah-wilayah aman, lanjut Julius, pihak TNI tetap melakukan pendekatan dan penegakan hukum secara humanis. Dalam rangka menjaga keamanan di wilayah.
"Sementara smart approach dan gakkum tetap digunakan untuk wilayah yang ditandai lebih aman," ujarnya.
Advertisement
31 Prajurit TNI Selamat
Sebelumnya, TNI telah memastikan lima prajurit gugur dalam insiden penyergapan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) di Mugi-Mam Nduga, Sabtu, 15 April 2023.
Julius menjelaskan kelima prajurit yang gugur merupakan rombongan dari 36 prajurit Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna yang disergap
“Sudah tidak ada yang gugur selain 5 prajurit. 31 prajurit selamat,” kata Julius saat dihubungi, Minggu (23/4).
Kepastian data korban itu, usai Pratu F seorang prajurit yang sempat dikabarkan hilang akhirnya berhasil dievakuasi. Usai melompat ke tebing sedalam 140 meter saat penyerangan oleh KST terjadi.
"Karena mencoba untuk escape dari serangan. Melompat ke tebing, tidak tertembak. Dia lompat lalu jatuh ke tebing 140 meter," kata Julius.
Untuk diketahui, serangan yang menimpa Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dilakukan KST. Ketika Tim mulai mendekati posisi penyandera pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37).
Akibat baku tembak itu, sebanyak lima prajurit gugur. Yakni Pratuf F, Pratu Miftahul Arifin, Pratu Kurniawan, Pratu Ibrahim dan Prada Sukra. Mereka pun telah berhasil dievakuasi untuk kemudian menjalani proses pemakaman.
"Almarhum gugur sebagai Kusuma Bangsa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima semua amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat yang layak di sisiNya," kata Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dalam keterangannya.