Istana Angkat Bicara soal Prajurit TNI Jadi Sopir BBM di Medan

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait penugasan prajurit TNI untuk mengemudikan truk pengangkut BBM.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Istana Angkat Bicara soal Prajurit TNI Jadi Sopir BBM di Medan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menambah anggaran riset nasional menjadi Rp 4 triliun. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Dalam beberapa hari terakhir, pemandangan antrean yang panjang terlihat di berbagai SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang membuat kendaraan terjebak dalam antrean dari sore hingga larut malam.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menjelaskan bahwa kelangkaan BBM ini disebabkan oleh gangguan dalam distribusi yang disebabkan oleh masalah internal perusahaan, yaitu pemecatan massal sopir truk yang mengangkut BBM.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah darurat dengan berkoordinasi bersama TNI dan Polri. Mereka menugaskan personel untuk menjadi sopir sementara truk pengangkut BBM agar proses distribusi dapat kembali berjalan dengan lancar.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menekankan pentingnya memastikan bahwa distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

"Bukan masalah TNI-nya tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," kata dia di Kompleks Parlemen Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam pernyataannya sebelumnya, Bobby Nasution juga menekankan bahwa masalah internal perusahaan tidak seharusnya mempengaruhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan TNI dan Polri untuk menugaskan personel sebagai sopir truk pengangkut BBM sementara, sehingga distribusi dapat kembali normal.

"TNI/Polri mengecek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Kami minta mulai malam ini personel sudah siap untuk kontrol. Pemerintah siap men-cover sementara," jelas dia.

Rekomendasi