Pemerintah Kota Bandung memprediksi kenaikan produksi sampah menjelang lebaran sebesar 12 persen. Ribuan petugas kebersihan disiapkan mengantisipasi penumpukan.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, produksi sampah Kota Bandung sebelum bulan Ramadan sekitar 2.757 kubik per hari. Sejak 23 Maret sampai 11 April 2023 terjadi peningkatan timbunan sampah rata-rata 3.092 kubik.
"Maka terjadi kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan sebelum bulan Ramadan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi, Rabu (19/4).
Menyikapi hal itu, pihak PEmerintah Kota Bandung menyiagakan 1.968 personel tenaga kebersihan. Mereka disebar ke sejumlah wilayah saat cuti bersama Idulfitri dimulai pada Rabu (19/4) hingga 25 April 2023 mendatang.
Advertisement
Kinerja para petugas kebersihan akan ditunjang dengan 112 armada terdiri dari truk, pick up, motor sampah, sweaper dan loader.
Dudy mengaku sudah menyiapkan skema penanganan sampah pada saat malam takbir, hari H Idul Fitri dan H+1.
Pada malam takbir, tanggal 21 April sebanyak 993 personel ditugaskan dengan target operasi di titik-titik keramaian warga terutama wilayah pasar, PKL dan tempat wisata di Kota Bandung.
Keesokan harinya, pada saat Idul Fitri, 222 personel ditugaskan dengan target operasi lokasi yang digunakan salat Id dan tempat ziarah. Pada Tanggal 23 April, sebanyak 753 personel, dengan target operasi titik-titik keramaian warga terutama wilayah pasar, PKL dan tempat wisata di Kota Bandung.
Advertisement
Sedangkan pada Hari Libur Cuti Lebaran selama 2 hari setelah Idulfitri pada 24 April akan diturunkan personel sebanyak 997 personel. Jumlah itu berubah menjadi 1.103 personel pada saat 25 April.
"Target operasi di dua hari tersebut untuk memastikan kondisi Kota Bandung dalam keadaan bersih dan nyaman," ucap dia.
Diketahui, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang kerap dimanfaatkan oleh wilayah di Bandung Raya tidak akan beroperasi saat hari lebaran. Oleh karena itu ia mengimbau warga untuk bisa meminimalisir produksi sampah.