Pemudik diminta tidak menaiki bus dari terminal bayangan mengingat, pemerintah telah menyediakan terminal resmi dan beberapa terminal lain di wilayahnya. Tujuannya, untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan dan kepadatan arus saat mudik Lebaran 2023.
"Terminal bayangan, tidak dipungkiri memang ada. Kami imbau kepada seluruh pemudik untuk naik dari terminal resmi demi keamanan dan kenyamanan. Kalau terminal bayangan tidak bisa dipantau petugas, keamanan dan kenyamanan sulit dipastikan sehingga tingkat tindak kriminalitasnya tidak bisa dijaga," kata Pelaksana harian (Plh) Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah (Jateng), Syurya Deta Syafrie, Minggu (9/4).
Dia menjelaskan terdapat 217 terminal resmi di wilayahnya. Rinciannya, yakni Tipe A ada 18 terminal, Tipe B ada 22 terminal, dan Tipe C ada 177 terminal.
"Tipe A di bawah koordinasi Kemenhub (Kementerian Perhubungan), Tipe B di bawah pemerintah provinsi, kemudian Tipe C di bawah kabupaten/kota," ungkapnya.
Advertisement
Di terminal bayangan juga marak praktik percaloan. Sehingga, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar bisa naik dan turun di terminal resmi yang telah disediakan. Dishub bakal koordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan penindakan tegas sesuai aturan berlaku kepada awak bus yang masih ada upaya menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal bayangan.
"Kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Khususnya masyarakat sebagai pengguna, agar bisa menggunakan terminal resmi saja. Karena kalau tidak ada pengguna yang menanti di terminal bayangan, tidak bakal ada bus yang ngetem di sana terminal bayangan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Mangkang Kota Semarang, Reno Adi Pribadi, mengaku was-was dengan keberadaan terminal bayangan. Sebab, hal itu bisa mempengaruhi kepadatan arus jalan dan menambah tingkat kriminalitas.
"Prediksi kepadatan H-5. Cuma masalahnya, kita tidak bisa mantau bus yang masuk terminal Semarang, karena masih ada terminal bayangan, misalnya di Semarang ada Sukun (terminal bayangan). Jadi harapannya, semua bus masuk terminal resmi. Penumpang naik turun di sana (terminal), agar tak terjadi kejadian yang tidak diinginkan termasuk kemacetan," tutup Reno.