Jenazah pasangan suami istri, Irsad dan Wahyu Triningsih korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara diambil pihak keluarga. Jenazah yang ditemukan dalam satu liang kubur teridentifikasi dari foto dan baju yang dikenal oleh anaknya.
"Jadi dua jenazah itu terungkap dari foto korban yang ada di lubang kuburan dan baju yang dikenali oleh anaknya hingga hasil autopsi. Keduanya sudah diambil oleh anak dan pihak keluarga," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, Jumat (7/4).
Dua pasutri tersebut yakni Irsad, laki-laki usia 43 tahun alamat Desa Tanjung Rejo RT 1/IV Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Istrinya, Wahyu Triningsih, usia 40 tahun alamat Desa Tanjung Rejo RT 1/IV Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.
"Kedua jenazah diberangkatkan oleh Kapolres Banjarnegara menggunakan mobil ambulans ke Lampung pada pukul 14.30 WIB," jelasnya.
Jumlah korban yang sudah ditemukan dari kasus penipuan berkedok penggandaan uang berujung pembunuhan oleh Tohari alias Slamet Tohari sebanyak 12 orang. Hasil pemeriksaan jenazah, 12 orang terdiri atas 8 laki-laki dan 4 perempuan.
Advertisement
Sebelumnya, kasus pembunuhan dukun pengganda uang terungkap setelah adanya laporan kehilangan saudara Paryanto (53) warga Sukabumi Jabar.
Dari informasi yang dihimpun keluarga bahwa korban berangkat ke Banjarnegara menemui Slamet. Namun sesampainya di lokasi, korban sempat mengirimkan pesan dan lokasi tujuan melalui aplikasi WhatsApp kepada anaknya.
Pesan menyampaikan bahwa jika dirinya tidak ada kabar selama beberapa hari, anaknya diminta datang ke rumah Slamet bersama aparat.
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.
Advertisement
Selanjutnya, korban sudah mulai tidak dihubungi kemudian keluarga melaporkan pada Polres Banjarnegara pada Senin 27 Maret 2023. Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan menyusuri lokasi Slamet.
"Hasil penyelidikan bahwa PO dibunuh Slamet dan dikubur di Jalan setapak menuju ke hutan di Wanayasa," jelas Hendri.
Selanjutnya, petugas melakukan pembongkaran makam dengan menghadirkan pelaku Slamet Tohari. Saat petugas membongkar kubur tersebut pelaku ingat pasangan suami istri asal Lampung.
"Tapi yang paling atas terakhir dia masih ingat ini lubang kuburnya jasad Irsad dan istrinya. Untuk istrinya dia tapi tidak kenal. Saat ini kami belum bisa memastikan karena ketika diintrogasi keterangannya berubah-ubah," jelasnya.