Presiden Jokowi akan pensiun tak lama lagi. Jelang purnatugas Oktober 2024, Jokowi secara terang-terangan mendukung pembentukan Koalisi Besar.
Jokowi juga menegaskan mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres. Sementara, SBY cenderung lebih netral tak ikut campur urusan Pemilu 2014.
Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad melihat, Jokowi ingin pembangunan yang dijalankan tetap berlanjut dalam pemerintahan berikutnya.
Alasan kedua, Jokowi membangun karir politiknya secara berjenjang mulai dari level walikota, gubernur, sampai presiden. Hal itu berbeda dengan SBY yang tidak mempunyai jenjang karir politik serumit Jokowi.