Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi pada Jumat (24/3). Kondisi itu membuat status gunung menjadi level II (waspada).
Namun demikian, Ambrosius Boyang Langobelen mengatakan, warga Desa Amakaka, Waowala, Podu dan sekitarnya belum mau meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.
"Untuk sampai saat ini warga masih berada di Desa masing-masing seperti biasa. Kita selalu memantau perkembangan melalui grup baik dari BNPB, maupun pengamat gunung dan status gunung masih sama dengan sebelumnya yakni level II," katanya.
Ambrosius menambahkan, meskipun belum ada perkembangan terkini soal status gunung tersebut, warga diminta selalu waspada.
"Belum ada juga hal yang luar biasa sehingga kita belum diberikan petunjuk untuk mengambil langkah," tutupnya.
Sebelumnya, telah terjadi erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (24/3), sekitar pukul 17:44 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak, atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut.
Dalam rilisnya Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto menyebutkan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36.9 milimeter dan durasi kurang lebih 54 detik," katanya.