Satu Orang Tewas Ditusuk saat Pawai Ogoh-Ogoh di Bali, Dua Pelaku Ditangkap

Perkelahian terjadi saat pawai ogoh-ogoh atau malam pengerupukan sehari sebelum Hari Suci Nyepi di Denpasar, Selasa (21/3) malam. Satu orang tewas dalam peristiwa itu.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Satu Orang Tewas Ditusuk saat Pawai Ogoh-Ogoh di Bali, Dua Pelaku Ditangkap
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Perkelahian terjadi saat pawai ogoh-ogoh atau malam pengerupukan sehari sebelum Hari Suci Nyepi di Denpasar, Selasa (21/3) malam. Satu orang tewas dalam peristiwa itu.

Korban tewas bernama I Putu Eka Astina (40). Dia tak tertolong setelah ditusuk menggunakan senjata tajam ketika berkelahi di Jalan Veteran, Denpasar Utara, atau tepatnya di depan Dealer Suzuki sekitar pukul 21.00 Wita. Perkelahian terjadi saat pawai ogoh-ogoh tengah melewati kawasan itu.

"Korban mengalami luka tusuk di bagian kaki, dada dan perut sebelah kanan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu, Kamis (23/3).

Dia memaparkan peristiwa itu bermula saat korban sedang duduk bersama istri dan anaknya. Lalu datang pelaku berinisial GRS (23). Kedua laki-laki itu beradu pandang. Korban tersinggung dan korban melempar botol berisi air dan mengenai anak pelaku.

Selanjutnya, pelaku GRS menoleh ke arah lemparan botol tersebut dan tiba-tiba korban meloncat dan memukulnya hingga terjatuh. Namun, teman pelaku berinisial GSP (30) langsung mendorong dan memukul korban yang disusul dengan pelaku menusuk korban dengan pisau ke arah kaki, dada dan perut. Korban lalu mengambil besi di tempat jualan sosis dan kedua pelaku kabur.

"Korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Wangaya dan dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah," imbuhnya.

Korban kemudian meninggal dunia dalam perawatan. Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa kedua pelaku, GRS dan GSP, berada di sekitar Jalan Kenyeri, Denpasar Utara dan langsung ditangkap.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan satu gagang pisau yang terbuat dari gunting, pakaian pelaku, tas warna hitam tempat menyimpan pisau.

"Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pemukulan dan penusukan dan selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polresta Denpasar untuk proses lebih lanjut," ujarnya.

Rekomendasi