Kemenkes Lacak Kontak Erat Kasus Polio di Purwakarta

Anak terkonfirmasi positif Polio tersebut berusia 4 tahun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kemenkes Lacak Kontak Erat Kasus Polio di Purwakarta
jubir vaksin siti nadia tarmizi. ©2021 Merdeka.com/liputan6

Kementerian Kesehatan melakukan penelusuran terhadap 20 orang yang mengalami kontak erat dengan seorang pasien anak terkonfirmasi polio di Purwakarta, Jawa Barat. Anak terkonfirmasi positif Polio tersebut berusia 4 tahun.

"Polio ini menular lewat tinja atau air. Suspek masih periksa," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Senin (20/3).

Nadia mengatakan, Indonesia telah memasuki tahap eradikasi polio. Targetnya, angka kasus Polio harus ditekan sampai nol di seluruh daerah.

Namun, akibat pandemi Covid-19 fokus vaksinasi polio pada anak mengalami keterlambatan, sehingga muncul sejumlah kasus di beberapa daerah.

Menurut Nadia, kasus polio tipe 2 di Indonesia yang terkonfirmasi pada tahun ini dilaporkan dari Purwakarta. Sebanyak 20 orang yang mengalami kontak erat, sedang menjalani proses penyelidikan epidemiologi.

"Sejak 2021, anak tersebut sudah tidak berjalan. Ketahuannya karena anaknya demam, dibawa ke rumah sakit, terus puskesmas melihat penyebab dia tidak bisa berjalan itu adalah polionya," jelas dia, dilansir dari Antara.

Pasien Belum Divaksin Polio

Menurut Nadia, pasien diketahui tidak ada riwayat memperoleh vaksin polio. Kasusnya teridentifikasi setelah keluarga membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan pada 16 Februari 2023 untuk pemeriksaan swab pada tinja.

"Diambil swab tinjanya dan diperiksa hasilnya positif. Jadi ada virus polio yang bersirkulasi pada 2021-2023," katanya.

Selain di Purwakarta, kata Nadia, kasus polio diduga juga terjadi di Jakarta. Namun, Kemenkes masih menunggu hasil verifikasi terhadap laporan seorang anak berstatus suspek polio di Jakarta.

"Kalau polio di Jakarta, masih verifikasi. Kemungkinan hasil laboratoriumnya belum ada," katanya.

Pemeriksaan tinja dilakukan melalui metode Targeted Healthy Stools Sampling sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebelumnya, tiga kasus konfirmasi polio juga terdeteksi di Kabupaten Pidie, Aceh, pada awal November 2022.

Rekomendasi