Polisi soal Mayat Perempuan Korban Mutilasi: Kita Tunggu Hasil Autopsi

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan autopsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi soal Mayat Perempuan Korban Mutilasi: Kita Tunggu Hasil Autopsi
ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Perempuan berinisial A (34) warga Patehan, Kota Yogyakarta ditemukan tewas dalam kamar di wisma yang berada di kawasan Kaliurang, Kabupaten Sleman. Jenazah korban ditemukan pada Minggu (19/3) malam.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan autopsi.

Dia enggan berspekulasi masalah korban yang diduga menjadi korban mutilasi. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari pihak RS Bhayangkara Polda DIY.

"Ini masih proses penyelidikan. Untuk lebih jelasnya kita menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak dokter. Nanti baru kami bisa rilis," kata Nuredy di Yogyakarta, Senin (20/3).

"Hasil pengamatan manusia dengan hasil autopsi yang dilakukan tim medis tentunya berbeda. Kita tunggu saja (hasil autopsi)," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya sesosok mayat perempuan ditemukan di kamar salah satu wisma di kawasan Kaliurang, Kabupaten Sleman. Mayat perempuan ini ditemukan di kamar mandi dalam keadaan terpotong beberapa bagian tubuhnya.

Dukuh Purwodadi, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Kamri menuturkan berdasarkan cerita dari penjaga wisma, perempuan tersebut sempat bersama seorang pria di dalam kamar itu sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Kamri menerangkan pria tersebut menginap sejak Sabtu (18/3) pagi. Kemudian sempat memperpanjang sewa kamar pada Minggu (19/3). Namun kemudian pria itu pergi sembari mengunci kamar dan membawa serta kuncinya.

"Ditemukan di kamar mandi. Darahnya sudah mengering dan kondisi jenazah terpotong menjadi beberapa bagian," terang Kamri.

Rekomendasi