Motor Warga Cakung Dirampas di Bekasi, 6 Pelaku Mengaku Debt Collector

Aksi perampasan sepeda motor dengan modus mengatasnamakan debt collector terjadi di Jalan Raya Cut Meutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pengendara motor berinisial AN (23) terpaksa kehilangan sepeda motornya setelah dirampas enam pelaku.

Enriko
Oleh Enriko - Reporter
Motor Warga Cakung Dirampas di Bekasi, 6 Pelaku Mengaku Debt Collector
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Aksi perampasan sepeda motor dengan modus mengatasnamakan debt collector terjadi di Jalan Raya Cut Meutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pengendara motor berinisial AN (23) terpaksa kehilangan sepeda motornya setelah dirampas enam pelaku.

Aksi perampasan sepeda motor ini terjadi pada Sabtu (11/3) lalu. Korban yang merupakan warga Cakung, Jakarta Timur ini tiba-tiba diberhentikan enam pelaku yang berboncengan tiga motor di lokasi kejadian.

"Jumlahnya enam orang, seingat saya tiga motor, sebab di situ saya dalam keadaan benar-benar tidak sadar," kata korban, Selasa (14/3).

Selain merampas motor, pelaku juga meminta secara paksa STNK dan kunci motor korban. Setelah itu, seorang pelaku memberikan kertas merah kepada korban dan memintanya agar kembali ke lokasi kejadian pada Senin (13/3).

Namun saat dibuka, kertas merah tersebut kosong. Korban akhirnya menyadari sudah menjadi korban perampasan sepeda motor dan langsung melaporkannya ke Polres Metro Bekasi Kota.

"Saya diminta uang Rp100 ribu sambil pelaku menyerahkan kertas merah dan ternyata itu kertas kosong, motor saya sudah dibawa kabur," ucapnya.

Korban menuturkan, saat melakukan aksinya, keenam pelaku berboncengan tiga motor matic tanpa pelat nomor polisi. Ciri-ciri lainnya yaitu mereka berpakaian rapi.

"Pelaku menggunakan motor Beat warna hitam merah dan tidak ada pelat nomor, pakaiannya rapi seperti debt collector begitu," katanya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani mengatakan, saat ini pihaknya sudah menindaklanjuti laporan korban dan masih mendalami kasus perampasan sepeda motor dengan modus tersebut.

"Sudah kami terima dan tindak lanjuti laporan dari korban," pungkas Dani.

Rekomendasi