Wedus Gembel Muncul Enam Kali dari Puncak Gunung Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, mencatat ada guguran awan panas sebanyak enam kali di Gunung Merapi, Minggu (12/3) pagi. Bahkan jarak luncuran awan yang sering disebut wedus gembel itu mencapai maksimum 2.000 meter.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wedus Gembel Muncul Enam Kali dari Puncak Gunung Merapi
Gunung Merapi erupsi. ©Twitter/@TRCBPBDDIY

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, mencatat ada guguran awan panas sebanyak enam kali di Gunung Merapi, Minggu (12/3) pagi. Bahkan jarak luncuran awan yang sering disebut wedus gembel itu mencapai maksimum 2.000 meter.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat," kata Kepala Bindang (Kabid) Penanganan Darurat BPBD Jateng, Dikki Ruli Perkasa, Minggu (12/3).

Dia menyebut bahwa arah barat daya di antaranya sungai boyong sejauh maksimal lima kilometer. Kemudian di Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

"Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer, dan Sungai Gendol lima kilometer," ungkapnya.

Sedangkan untuk lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, BPBD Jateng memprakirakan dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Sehingga masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

"Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ujarnya.

Dampak erupsi atau abu vulkanik dari Gunung Merapi yang meletus pada Sabtu (11/3) masih terus melebar di sejumlah daerah atau kota di Jawa Tengah (Jateng).

Tercatat ada lima daerah terkena dampaknya, yakni di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Boyolali.

"Kami masih melakukan pantauan bersama dengan BPBD Kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali sebagai daerah terdampak erupsi Gunung Merapi. Sampai saat ini belum tersampaikan informasi adanya pengungsian ataupun pendirian dapur umum," tutupnya.

Rekomendasi