Gunung Merapi Erupsi, Basarnas Siaga untuk Evakuasi Warga di Radius Terdekat

Personel Basarnas Unit Siaga Borobudur Magelang bersiaga penuh untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga terdampak guguran awan panas Gunung Merapi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gunung Merapi Erupsi, Basarnas Siaga untuk Evakuasi Warga di Radius Terdekat
Erupsi Gunung Merapi Maret 2023. ©Instagram/@merapi_uncover

Personel Basarnas Unit Siaga Borobudur Magelang bersiaga penuh untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga terdampak guguran awan panas Gunung Merapi. Guguran awan panas itu mengarah ke barat daya atau menuju Kabupaten Magelang.

"Ada tujuh personel SAR Unit Siaga Borobudur bersama Damkar yang berada di Pos Srumbung. Kita berjaga-jaga dan meningkatkan kewaspadaan bila nantinya diperlukan untuk proses evakuasi terhadap warga Magelang yang berada di radius terdekat dengan titik erupsi Gunung Merapi," kata Kasi Operasi dan Siaga, Basarnas Semarang, Moelwahyono, Sabtu (11/3).

Namun, sampai saat ini belum ada permintaan satu pun dari instansi terkait untuk mengevakuasi warga di titik terdekat dengan lokasi erupsi. Sedangkan kesiapsiagaan tim SAR juga didukung dengan kelengkapan peralatan yang memadai.

"Termasuk mengerahkan satu truk untuk membantu evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Merapi," ungkapnya.

Tim Damkar dan relawan potensi SAR Magelang juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan memonitor area guguran awan panas. Sedangkan untuk hujan abu vulkanik mulai mereda. Pihaknya masih berusaha menyisir rumah-rumah warga yang terdampak erupsi Merapi.

"Personel kita masih patroli di wilayah Srumbung dan sekitarnya untuk memastikan keselamatan warga sekitar. Warga saat ini belum ada yang mau dievakuasi, walaupun masih ada dampak erupsi, namun warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing," jelasnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy meminta masyarakat khususnya di wilayah Magelang, Klaten dan Boyolali untuk berhati-hati. Dirinya meminta aktivitas masyarakat di radius kilometer dari puncak Merapi untuk dihentikan.

"Baik aktivitas pendakian gunung, wisata maupun penambangan pasir. Kami minta untuk segera dihentikan dan warga agar segera bergeser ke lokasi yang lebih aman," kata Iqbal.

Pihaknya meminta masyarakat tidak berada di lokasi untuk dikosongkan termasuk pendaki dan penambang pasir.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak berada di lembah atau daerah aliran sungai karena berpotensi bahaya lahar dingin apabila hujan.

"Terakhir, kami mengimbau warga untuk mengenakan pakaian tertutup yang melindungi tubuh seperti, baju lengan panjang, celana panjang, dan topi," tutupnya.

Rekomendasi