Pilot Susi Air, Philips Mark Mahrtens, sudah satu bulan dalam sandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan upaya pembebasan masih terus dilakukan.
Dia menjelaskan upaya pembebasan ini bukanlah Operasi Militer. Selain itu, saat berada di lapangan sejumlah hal menjadi pertimbangan.
"Jadi gini, kita tetap melaksanakan operasi penegakan hukum bersama-sama dengan Polri dan di sana, medan, cuaca, dan tentunya cuaca di sana, medannya di sana, juga perlu menjadi pertimbangan," kata Yudo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/3).
Advertisement
Mencegah Warga Sipil jadi Korban
Salah satu pertimbangan yang dimaksud adalah keberadaan masyarakat sipil. Yudo mengatakan, jangan sampai upaya pembebasan ini memakan korban dari masyarakat sipil.
"Sampai saat ini masih belum diketemukan, tapi operasi tetap jalan terus untuk penyelamatan sandera itu. Karena apa, karena kita tetap menjaga supaya masyarakat sipil tidak terlibat, tidak kena," jelas dia.
Yudo mengatakan, apabila operasi serentak dilaksanakan maka berpotensi besar berdampak pada masyarakat sipil. Sebab, KKB membawa pilot berpindah pindah dan masuk ke wilayah penduduk.
"Sehingga ya harus sabar menyelesaikan ini, tidak langsung (serbu). Kalau Operasi Militer iya, tapi ini bukan Operasi Militer, ingat bukan Operasi Militer,” katanya.
"Saya punya prajurit berkemampuan khusus, mempunyai alutsista yang bisa menyelesaikan itu kalau harus menyelesaikan. Tapi ini bukan, ingat ini adalah operasi penegakan hukum sehingga harus mengedepankan hukum," kata Yudo menjelaskan.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com