Isu Penculikan Anak Picu Kerusuhan di Wamena, Sejumlah Bangunan Dibakar

Sejumlah bangunan di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, dibakar massa, Kamis (23/2). Kerusuhan itu berawal dari informasi mengenai penculikan anak.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Isu Penculikan Anak Picu Kerusuhan di Wamena, Sejumlah Bangunan Dibakar
Petugas berusaha memadamkan kebakaran pada bangunan yang dibakar massa. ©2023 Merdeka.com/istimewa

Sejumlah bangunan di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, dibakar massa, Kamis (23/2). Kerusuhan itu berawal dari informasi mengenai penculikan anak.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi pembakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIT. Sebelumnya, keributan terjadi setelah warga mendapatkan informasi mengenai penculikan anak yang tidak jelas sumbernya. Mereka menahan seorang sopir yang disebut sebagai pelaku penculikan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S Napitupulu bersama personel langsung turun ke TKP untuk melerai keributan. Mereka sempat mendapatkan perlawanan dan dilempari masyarakat.

"Kami mendapatkan informasi bahwa ada sebuah mobil tujuan Kampung Yomaima ditahan oleh masyarakat di Kampung Sinakma. Yang diduga sopir mobil tersebut adalah penculik anak, sehingga ini yang membuat kehebohan di tengah masyarakat," ucap Ignatius.

Massa yang sudah termakan isu penculikan anak menyerang aparat kepolisian yang tengah berupaya menenangkan mereka."Kami diserang dengan batu yang dilemparkan kepada anggota, hingga kami memberikan tembakan peringatan untuk memukul mundur. Namun tak diindahkan, dan massa semakin berulah sampai membakar beberapa bangunan ruko," ucap Ignatius

Hingga saat ini personel Polres Jayawijaya bersama BKO Brimob dibantu BKO Kodim 1702 Jayawijaya masih berjaga di TKP. "Untuk kasus ini akan kami selidiki penyebab awal, dan siapa saja dalangnya, hingga membuat kericuhan. Kami juga masih berupaya menenangkan massa. Untuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini akan kami dalami," tuturnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya suatu informasi yang belum pasti kebenarannya, apalagi menyebarkannya. Hal itu bisa berdampak kepada masyarakat luas dan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri serta orang lain.

Rekomendasi