Pascabanjir melanda Kota Solo Kamis pekan lalu, Pemerintah Kota Solo akan menata pemukiman yang ada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Penataan dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir terulang.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah berdiskusi dengan kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).
"Dengan BBWSBS kami sudah diskusi, nanti akan segera kami tindaklanjuti," ujar Gibran, Selasa (21/2).
Gibran mengakui saat ini masih banyak bangunan rumah yang berdiri di pinggir Bengawan Solo. Hal tersebut karena Solo merupakan kota yang padat. Untuk memecahkan permasalahan tersebut pihaknya berencana membangun hunian vertikal.
"Rencananya kalau di Solo, pemukiman daerah padat harus hunian vertikal. Kami mulai dari Kelurahan Mojo, Pasarkliwon, " jelasnya.
Putra sulung Presiden Jokowi tak menampik, hingga saat ini masih ada beberapa warganya yang tinggal di bantaran sungai. Bahkan ada yang tinggal di parapet.
"Dalam parapet saja masih ada, harusnya enggak boleh ya. Kita akan tindaklanjuti, seperti di Mojo, Semanggi. Kami sedang gencar-gencarnya pembangunan kawasan kumuh, nanti itu akan disentuh," terangnya.
Advertisement
Terkait peringatan dini untuk mengurangi dampak banjir, Gibran berjanji akan lebih meningkatkan lagi.
"CCTV di bantaran sungai, pintu air itu wajib. Kita minta masyarakat untuk melaporkan kerusakan rumah akibat banjir minggu lalu," tandasnya.
Sementara itu, untuk surat-surat berharga milik warga terdampak banjir yang hanyut, rusak, sobek, dan basah akibat banjir agar segera melaporkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo.
"Nanti akan kami bantu surat-surat berharga. Dari Dispendukcapil sudah gerak dari kemarin," tutupnya.