PBNU Apresiasi Polri Terjunkan Tim Bantu Korban Gempa Turki

Imron meyakini kehadiran Polri dalam membantu penanganan pascagempa di Turki takkan sia-sia. Pangkalnya, Korps Bhayangkara memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PBNU Apresiasi Polri Terjunkan Tim Bantu Korban Gempa Turki
140 ton bantuan RI untuk korban gempa Turki-Suriah. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi langkah Polri untuk turut membantu penanganan pascagempa di Turki. Sebab, turut mengharumkan nama bangsa dan negara di dunia.

"Saya kira hal positif. Ini bagian dari amanah konstitusi kita untuk menjaga ketertiban dunia," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Imron Rosyadi di Jakarta, Selasa (21/2).

"Saya kira kita mengapresiasi keikutsertaan Polri dalam penanganan dampak bencana Turki dan di mana pun. Polri telah menunjukkan komitmennya," imbuhnya.

Imron meyakini kehadiran Polri dalam membantu penanganan pascagempa di Turki takkan sia-sia. Pangkalnya, Korps Bhayangkara memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai.

"Banyak personel diberikan pendidikan khusus terkait penanganan bencana dan kebencanaan. Kita tidak meragukan kemampuan personel Polri dalam penanganan bencana bahkan tingkatan di luar negeri. Standar mereka bisa diakui komunitas asing, luar negeri. Standar penanganan korban sudah sangat memadai dari sisi apa pun," tuturnya.

Lebih jauh, Imron menerangkan, dampak gempa di Turki sangat dahsyat karena menewaskan lebih dari 45.000 jiwa. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan tidak bisa hanya untuk penanganan jangka pendek.

"Persoalan penanganan dampak perlu dilakukan kontinu dan berkelanjutan karena besarnya skala kebencanaan," ucap Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang ini.

Diketahui, Polri mengerahkan sekitar 26 personel dalam operasi kemanusiaan untuk membantu penanganan dampak gempa magnitudo 7,8 di Turki. Anggota yang dikerahkan terdiri dari tim medis, Disaster Victim Identification (DVI), dan dua anjing pelacak K-9.

Rekomendasi