Anas Urbaningrum masih berstatus tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dijadwalkan keluar pada pertengahan tahun ini.
Kepala Lapas Sukamiskin, Kunrat Kasmiri yang baru menjabat sebulan terakhir ini mengatakan Anas masih mengikuti agenda dan program kegiatan bersama narapidana yang lain.
Disinggung mengenai kapan dia keluar, Kunrat menyebut jika ditinjau dari masa penahanan, Anas akan keluar pada tahun ini. Namun, dirinya masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkum Ham).
“Dia mengikuti kegiatan. Saya kan baru sebulan di sini (tidak mengecek detil), tapi dia (Anas) masih di sel. Intinya seperti itu (mengikuti program di Lapas Sukamiskin), biasa-biasa saja,” ucap dia, Senin (20/2).
“(Anas) keluar, informasinya seperti itu (April) atau Mei. Tapi kan SK-nya sampai sekarang belum ada. Kalau enggak salah diusulin cuti menjelang bebas atau bebas bersyarat, kalau tidak salah ya. Kita kan masih nunggu SK-nya,” ia melanjutkan.
Advertisement
Nama Anas Urbaningrum kembali mencuat setelah baliho berukuran besar dengan wajahnya terpasang di persimpangan tol Jatikarya, Cibubur. Lokasinya tak jauh dari kediaman pribadi SBY di Cikeas. Dalam billboard ini juga tertulis 'Tunggu Beta Bale'. Hingga kini, belum diketahui siapa yang melakukan pemasangan baliho besar di rumah dekat Presiden Indonesia ke-5.
Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar mengatakan, pihaknya tidak mengurusi terkait dengan siapa pemasang billboard dengan foto Anas Urbaningrum tersebut. Permasalahan yang Anas hadapi saat ini bukanlah masalah partai berlogo Mercedes. Melainkan sudah menjadi permasalahan pribadi.
"Masalah Anas dan segala kasusnya menjadi urusan dan masalah pribadinya, tidak berkaitan lagi dengan partai demokrat. Dan mas Anas sudah menjalani hukumannya. Saya rasa semua masalah selesai dan menjadi masa lalu," tegas dia.
Lalu, saat disingung apakah partainya tidak memiliki kekhawatiran dengan terpasangnya billboard yang tak jauh dari rumah SBY. Hal itu disebutnya tidak ada, karena ia menyakini tidak akan mengganggu eksistensi partai berwarna biru tersebut.
"Kalau sekarang Mas Anas membuat partai silakan saja karena itu hak pribadinya. Tidak ada kekhawatiran dari kami karena kami yakin itu tidak akan mengganggu eksistensi dan soliditas partai demokrat," pungkasnya.