Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII genap 19 tahun bertahta pada Kamis (16/2) nanti. Raja raja Nusantara dijadwalkan ikut memeriahkan hajad besar Tingalan Dalem Jumenengan atau ulang tahun naik tahta ke 19. Mereka bakal bakal mengikuti kirab bersama raja dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Dikatakan Gibran, Pemkot Solo akan melakukan penyambutan para raja yang dijadwalkan mulai berdatangan di Solo, Rabu besok. Menurut putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), para raja Nusantara akan disambut dalam sebuah jamuan makan.
"Raja-raja datangnya mulai tanggal 15 Februari besok sudah tiba di Solo. Sorenya akan ada penyambutan dari saya pribadi nanti. Nanti akan ada jamuan makan," ujar Gibran, Selasa (14/2).
Kendati akan ada sambutan dengan jamuan makan, Gibran masih enggan menyampaikan di mana lokasinya.
"Ada, ya begitu lah (ada jamuan makan). Belum tahu (dimana tempatnya)," ungkapnya.
Advertisement
Gibran memastikan, para raja yang hadir akan mengikuti kirab sebagai rangkaian penutup Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII. PL
"Para raja Nusantara yang hadir nanti kayaknya ikuti kirab. "Kayaknya ikut kirab, ditunggu saja ya," katanya.
Terpisah, salah satu panitia Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII KGPH Benowo membenarkan kehadiran raja-raja dari kerajaan nusantara. Namun untuk jumlahnya, pria yang berprofesi sebagai dalang itu belum bisa memastikan.
"Untuk jumlah pasti yang datang saya belum tahu. Mereka ada yang dari Sulawesi, Bali, Kalimantan dan Sumatera. Beberapa keluarga kerajaan akan hadir dalam tingalan dalem jumenengan," terangnya.
Selain raja raja nusantara, dikatakan Bemowo, acara tersebut juga dihadiri ribuan kerabat, sentana dan abdi dalem keraton.
Menurut Benowo, ada 2 kereta utama yang akan digunakan raja dan putra Mahkota KGPH Purbaya. Yakni Kereta Garuda Kencana yang digunakan untuk raja dan Kereta Garuda Putra untuk putra mahkota.
Selain dua kereta tersebut, lanjut Benowo, totalnya dalam kirab ini ada 18 kereta yang diarak. Sebanyak 8 kereta merupakan milik keraton. Sisanya akan menggunakan kereta kencana lainnya yang layak pakai.
"Nanti semua pihak akan dilibatkan. Ini merupakan kirab pertama setelah konflik di Keraton Kasunanan Surakarta yang berlangsung beberapa tahun, dan juga kirab pertama setelah melewati masa pandemi Covid-19," pungkas Benowo.