Survei Populi Center: 42,2% Masyarakat Ingin Reshuffle

Survei digelar pada periode 25 Januari hingga 3 Februari 2023 di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Survei menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling).

Muhammad Genantan Saputra
Survei Populi Center: 42,2% Masyarakat Ingin Reshuffle
Jokowi rapat terbatas bahas persiapan Asian Games. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Sejumlah masyarakat menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Hal itu terungkap dari survei Populi Center yang dirilis pada Senin (13/2).

"Sebanyak 42,2 persen masyarakat berpendapat perlu adanya pergantian menteri di Kabinet Indonesia Maju," kata peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan, Senin (13/2).

Bagi masyarakat yang ingin reshuffle dilakukan, hasilnya sebanyak 16 persen ingin Menteri Pendidikan, Kebudayaan-Riset dan Teknologi Nadiem Makarim layak untuk diganti.

Disusul Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 14,4 persen, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate 10,9 persen, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia 9,5 persen, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar 7,1 persen. Sedangkan, menteri-menteri lainnya 3,8 persen.

Sementara, jumlah yang menjawab tidak perlu reshuffle sebesar 40,2 persen, dan masyarakat yang menolak menjawab sebesar 17,6 persen.

Survei digelar pada periode 25 Januari hingga 3 Februari 2023 di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Survei menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling).

Survei melibatkan 1.200 responden yang datanya diambil melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Margin of error +/- 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Rekomendasi