Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum mempertimbangkan kasus gagal ginjal akut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sebab hanya ditemukan satu kasus baru.
Satu kasus ini juga masih dicek apa penyebabnya. Karena ada perbedaan hasil dari dua laboratorium.
"Ini yang kejadian kan satu dan masih perlu ditentukan lagi penyebabnya itu apa, karena ada perbedaan hasil dari dua laboratorium ini," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2).
Saat ini Kementerian Kesehatan masih menunggu hasil dari laboratorium independen dari sampel satu kasus baru gagal ginjal akut.
"Nah itu yang sekarang kita tunggu aja, seharusnya minggu ini selesai," sambung Budi.
Advertisement
Langkah yang sementara diambil, Kementerian Kesehatan telah meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar mengimbau perusahaan obat yang dikonsumsi untuk ditarik.
"Untuk keamanan kan BPOM sendiri mengimbau agar perusahaan melakukan voluntary withdrawal dari obat itu," ujarnya.
Sampai 5 Februari 2023, telah tercatat 326 kasus gagal ginjal akut yang tersebar di 27 provinsi. Sebanyak 116 kasus telah dinyatakan sembuh, sementara enam kasus masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta.