Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan pelaku pembakaran Susi Air adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Pesawat dengan nomor penerbangan SI 9368 dibakar di Lapangan Terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa pagi (7/2).
"Betul dari laporan yang diterima memang pelaku pembakaran pesawat milik Susi Air dilakukan KKB dipimpin Egianus Kogoya," kata Danrem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Brigjen TNI JO Sembiring. Dikutip dari Antara.
Pesawat Susi Air membawa lima penumpang berangkat dari Timika. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan melalui udara, terlihat pesawat terbakar di ujung Lapangan Terbang Paro.
"Belum diketahui kondisi Pilot Pesawat Susi Air Philip Merthens asal Selandia Baru," beber JO Sembiring.
Advertisement
Pesawat Jenis Pilatus Porter terbang dari Timika pukul 05.33 WIT dan dijadwalkan tiba ke Bandara Moses Kilangin Timika pukul 07.40 WIT.
Lima penumpang pesawat milik Susi Air, yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge dan Wetina W.
Bukan kali ini saja kelompok Egianus Kogoya menebar teror di bumi Cendrawasih. Mereka diketahui kerap menggangu keamanan.
Advertisement
Di tahun 2018, KKB Egianus Kogoya pernah menyandera 15 guru dan tenaga para medis di Kecamatan Mependuma, Kabupaten Nduga, Papua. Bahkan juga melakukan kekerasan seksual.
Para korban disandera selama 14 hari mulai tanggal 3 Oktober hingga 17 Oktober 2018.
Masih dalam tahun yang sama, kelompok Egianus Kogoya melakukan teror di bandara. Saat itu mereka menembak pesawat yang mendarat di Bandara Nduga Papua.
Bahkan kelompok itu dengan keji membunuh dua warga sipil yang tinggal di sekitar area Bandara Nduga Papua.
Advertisement
Kemudian Pada awal Desember 2018, kelompok Egianus Kogoya menyerang pos TNI Mbua Kabupaten Nduga. Akibatnya, satu anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad dilaporkan tewas.
"Memang betul ada laporan tentang penyerangan terhadap Pos TNI di Mbua yang dijaga anggota Yonif 755," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat itu.
Kelompok Kagoya juga pernah membunuh 31 pekerja yang tengah membangun jembatan di Kali Yigi, Kabupaten Nduga.
Para pekerja tersebut merupakan karyawan BUMN PT Istaka Karya. Penyerangan 31 pekerja itu terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Dalam peristiwa itu, delapan pekerja selamat setelah berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di rumah keluarga anggota DPRD setempat.