Masuk Celah Pembatas, Anak 6 Tahun Jatuh dari Lantai Dua Masjid Al-Jabbar

Peristiwa jatuhnya anak tersebut terjadi pada Sabtu (4/2) sekira pukul 19.45 WIB. Saat itu pengawasan dari keluarga yang datang dari Kabupaten Bandung Barat itu tidak maksimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Masuk Celah Pembatas, Anak 6 Tahun Jatuh dari Lantai Dua Masjid Al-Jabbar
Kondisi Anak Jatuh dari Masjid Al-Jabbar. Dokumen Pemkot Bandung

Seorang anak berusia 6 tahun jatuh dari lantai dua Masjid Al-Jabbar, Kota Bandung. Kondisinya saat ini sudah membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Peristiwa jatuhnya anak tersebut terjadi pada Sabtu (4/2) sekira pukul 19.45 WIB. Saat itu pengawasan dari keluarga yang datang dari Kabupaten Bandung Barat itu tidak maksimal.

"Korban sedang main dan masuk ke celah-celah pembatas sampai jatuh dari lantai dua. Korban langsung dibawa ke RSUD Ujung Berung untuk mendapat perawatan," ucap Kapolsek Gedebage Kompol Kurnia dalam keterangannya, Senin (6/2).

Dia mengimbau kepada para pengunjung agar bisa mengawasi anaknya secara maksimal saat berada di lantai atas. Selain itu, peristiwa ini diharapkan tidak terulang di kemudian hari.

Cedera di Kepala

Anak tersebut diketahui bernama Muhammad Kafka. Saat terjatuh dia langsung tak sadarkan diri dengan cedera di kepala. Perawatan masih berlangsung dan kondisinya dikabarkan terus membaik.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja sudah mengjenguk korban. Korban sudah berbincang dengan pihak dokter mengenai kondisinya. Observasi dan pemantauan dokter terus berlanjut.

"Dokter spesialis anak, dr. Amelia (yang menangani pasien) mengatakan bahwa kondisinya cukup baik. Terkait pemulihan tergantung hasil observasi, tapi mudah-mudahan karena ini masih anak-anak pemulihannya akan lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa mengalami," ucap dia.

Setelah kejadian itu, dia mengaku sudah memberi imbauan kepada pihak manajemen dan petugas di Al-Jabbar agar potensi seperti ini bisa diantisipasi dengan pengawasan penuh. Keberadaan CCTV lebih banyak difokuskan di area yang dinilai sulit terpantau.

"Tadi pagi setelah apel kami sudah minta ke pihak manajemen Al Jabbar yang pertama untuk mengecek kembali daerah-daerah mana saja yang membahayakan, dan apabila bisa ditutup tidak perlu dilewati apalagi dengan model anak-anak seperti ini bisa ditutup saja," tutur Setiawan.

"Mohon diawasi jangan dilepas karena ini juga kejadiannya lepas dari pengawasan orangtuanya sehingga anak-anak ini lari dan jatuh karena tidak terpantau oleh oranguanya. Jadi sekali lagi boleh bawa anak-anak, tapi dijaga dengan ekstra karena Al Jabbar ini luas," pungkasnya.

Rekomendasi