Minyak Goreng di Makassar Langka dan Mahal, Satu Produsen Ketahuan Menimbun

Di tengah kelangkaan minyak goreng kemasan, Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menemukan salah satu produsen di Kota Makassar yakni PT Smart, menimbun minyak goreng curah.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Minyak Goreng di Makassar Langka dan Mahal, Satu Produsen Ketahuan Menimbun
Minyak goreng subsidi di Jateng hilang. ©YouTube/Liputan SCTV

Di tengah kelangkaan minyak goreng kemasan, Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menemukan salah satu produsen di Kota Makassar yakni PT Smart, menimbun minyak goreng curah.

Asisten II Pemprov Sulsel Ichsan Mustari menyebut, Disdag telah melakukan investigasi soal kelangkaan dan mahalnya harga minyak di pasaran. Dari hasil investigasi itu ternyata ada produsen yang bandel menimbun minyak hingga ratusan liter.

"Dari Disdag melaporkan bahwa salah satu produsen kita ini menimbun minyak," ujar Ichsan, Selasa (31/1).

Ichsan mengaku sudah meminta agar Disdag melaporkan kasus ini ke Satgas pangan agar ditindak. Alasannya, penindakan terkait penimbunan sembako dan minyak goreng merupakan kewenangan Satgas Pangan.

"Saya sudah minta untuk melapor ke Satgas Pangan. Karena penindakannya kan di sana. Satgas pangan nanti sama-sama dengan pihak lain turun," jelas Ichsan.

Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Makassar Hilman Pujana membenarkan soal temuan tersebut. Hilman menjelaskan ada tiga produsen minyak di Kota Makassar. Dari tiga itu, hanya PT Smart yang punya stok.

"Kita datangi tiganya. Dua kosong, satu punya stok. Saat kita tanya, katanya untuk industri," ungkapnya.

Hilman mengaku sedang melakukan pendekatan persuasif dengan PT Smart agar mau menyalurkan minyaknya. Apalagi, pasokan di pasar saat ini habis.

"Kita sedang lakukan upaya persuasif ke mereka agar dapat mendistribusikan stoknya. Karena selama Januari ini di pengecer dan agen tidak mendapat pasokan," jelasnya.

Hilman menjelaskan harga minyak curah di kota Makassar naik sampai Rp25 ribu untuk 1,5 liter. Segala macam cara bahkan dilakukan pedagang untuk mengecoh pembeli.

"Bahkan ada toko yang membuka minyak kemasan dan MinyaKita dijadikan minyak curah. Dijual dengan harga yang lebih mahal," ungkapnya.

Kenaikan sudah terjadi selama dua pekan terakhir. Selain naik, minyak curah dan MinyaKita juga langka di pasaran.

Rekomendasi