Ratusan polisi dikerahkan membantu evakuasi korban banjir dan tanah longsor di Manado Sulawesi Utara sejak Jumat (27/1). Ratusan polisi yang dikerahkan berasal dari Polresta Manado, Brimob, Samapta Polda, Polair dan Bidang Dokkes Polda Sulut.
"Dalam penanganan banjir dan tanah longsor ini, personel Polri yang diterjunkan sebanyak 624 orang," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/1).
Dia mengatakan, sejumlah personel gabungan yang terdiri dari TNI, Basarnas, BPBD dan instansi terkait lainnya juga turut membantu evakuasi ribuan warga terjebak banjir dan tanah longsor.
"Personel gabungan melakukan kegiatan evakuasi korban yang terjebak banjir dengan menggunakan perahu karet, menolong korban yang luka, mengevakuasi korban ke lokasi penampungan, mengevakuasi korban dan membantu pembersihan rumah yang kena longsor dan menyalurkan bantuan makanan dan bahan makanan kepada pengungsi," ujar dia.
Adapun sejumlah perlengkapan SAR telah disiapkan polisi selama kebutuhan di lapangan mulai dari truk pengangkut hingga kantong jenazah.
"Perlengkapan dan peralatan SAR antara lain, truk pengangkut pasukan, ambulans, mobil SAR, perahu karet, chainsaw, pelampung, tali tambang, tandu dan kantong jenazah," pungkasnya.
Advertisement
Banjir dan Longsor di Manado Sebabkan Lima Orang Meninggal
Bencana banjir dan longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara, menyebabkan korban meninggal dunia. Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, selain harta benda yang tersapu banjir dan tanah longsor, bencana pada Jumat (27/1) juga telah menelan lima korban jiwa.
"Kami imbau warga agar berhati-hati dan selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem," kata Abast, Sabtu (28/1).
Abast menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh dari Polresta Manado, ada 10 kecamatan yang mengalami musibah tersebut.
"Data yang kami peroleh, kurang lebih ada 38 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Manado yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, yakni Kecamatan Sario, Singkil, Malalayang, Wanea, Tuminting, Wenang, Bunaken, Mapanget, Wori, dan Tikala," terangnya.