Wisatawan yang tertahan di Pulau Karimunjaya diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menggunakan KM Kelimutu milik Pelni, Rabu (28/12) dini hari. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyediakan bus untuk menjemput mereka.
"Rencana akan ada penjemputan di Semarang bagi wisatawan yang ingin kembali ke Jepara menggunakan jalur darat dengan difasilitasi bus," kata Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, Selasa (27/12).
Meski ada fasilitas penjemputan bus ke Semarang hendak ke Jepara, opsi tersebut merupakan pilihan. Wisatawan pun tetap bisa melanjutkan perjalanannya ke tujuan masing-masing tanpa harus memanfaatkan fasilitas bus penjemputan.
"Dari 356 wisatawan, 36 di antaranya merupakan wisatawan asing yang berasal dari Belanda, Perancis, Jepang, dan Hongaria," ungkapnya.
Advertisement
Stok Makanan dan BBM
Terkait stok makanan, pihaknya memastikan kebutuhan pangan tercukupi untuk satu minggu ke depan. Sementara bahan bakar minyak (BBM) pertamax sebenarnya sudah disiapkan, namun karena cuaca yang tidak mendukung sehingga tidak dapat dikirimkan.
"Kemudian untuk biosolar masih tersedia sebanyak 3 ton," jelasnya.
Sedangkan untuk wisatawan di Karimunjawa agar tidak khawatir. Ia menghimbau agar wisatawan yang mengalami kesulitan dapat mendatangi wisma kecamatan yang berada di depan Alun-Alun.
Diberitakan sebelumnya, ratusan wisatawan yang tertahan di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sejak Sabtu (24/12), rencananya akan diangkut menggunakan Kapal Kalimutu. Kapal milik Pelni yang berlayar dari Sampit itu akan singgah ke Karimunjawa pada Selasa (27/12). Kapal berkapasitas 1.000 lebih penumpang itu akan membawa mereka ke Semarang dan diperkirakan sampai ke pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (28/12) dini hari.