Mahfud MD Tolak Ungkap Pensiunan TNI Beking Tambang dan Mafia

Menko Polhukam Mahfud MD menolak mengungkap ke publik siapa aparat senior yang membekingi mafia tambang. Ia enggan bicara lagi soal isu aparat yang membekingi tambang.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Mahfud MD Tolak Ungkap Pensiunan TNI Beking Tambang dan Mafia
Komnas HAM serahkan berkas investigasi tragedi Kanjuruhan ke Menkopolhukam. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menko Polhukam Mahfud MD menolak mengungkap ke publik siapa pensiunan TNI yang membekingi mafia tambang. Ia enggan bicara lagi soal isu aparat yang membekingi tambang.

"Waduh kok itu terus ya, kan udah banyak tiap hari, udah banyak di koran," klaim Mahfud menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Senin (19/12).

Sebelumnya Mahfud mengungkap banyak pensiunan TNI yang menjadi beking mafia tambang ilegal. Tetapi, ia tidak menyebut nama sosok yang dimaksud. Mahfud bilang hal tersebut sudah lama terjadi.

"Yang begitu tuh sudah lama, kemarin saya tanya kepada Sesmenko ini itu tentara kalau udah pensiun punya kekuatan apa pak? Waduh laporan saya tuh banyak membeking orang, membekingi mafia, jenderal ini lah, jenderal itu," katanya dalam jumpa pers catatan akhir tahun 2022 di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (15/12).

Dia meminta mafia maupun bekingnya ditindak. Mahfud heran mengapa seorang tentara masih bisa menggunakan kekuatannya setelah pensiun.

"Kalau begitu saya bilang, ambil. Saya sampaikan ke polisi, ambil dong, orang udah pensiun kok masih ini, lalu mau menggunakan apa? Mungkin sebentar lagi akan ada pengumuman tersangka," ungkapnya.

Mahfud tidak ingin mafia menguasai sebuah lahan tanpa izin. Imbasnya masyarakat setempat dirugikan.

"Saya bilang ke Poldanya jangan dibiarkan dong kayak gini menguasai sebuah kompleks swasta tanpa izin, tanpa surat resmi, memungut uang dari masyarakat," ujarnya.

Dia ingin kasus tambang atau tanah ilegal segera dibuka dan diselesaikan. Jika takut untuk bertindak, Mahfud menerangkan, maka persoalan ini tidak akan selesai.

"Nah yang begitu tuh saudara yang kita saya pak Kapolri, pak Panglima berkomitmen untuk menyelesaikan ini," ucapnya.

"Mari yang lama-lama tuh mulai dibuka aja, kalau diambangkan karena takut, kapan selesai. Nah itu yang saya maksud tidak usah menyebut orang tidak boleh," tutup Mahfud.

Rekomendasi