Sebanyak 1.905 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Maluku menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PLN ditunjuk sebagai pelaksana tugas pengadaan dan pemasangan program BPBL. Program BPBL merupakan sinergi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan DPR RI sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi.
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar mengatakan, dari target 80.000 rumah tangga se-Indonesia, Kementerian ESDM telah merealisasikan Bantuan Pasang Baru Listrik sebanyak 1.905 rumah tangga di Maluku.
"Di mana 538 rumah tangga calon penerima BPBL berada di Kabupaten Kepulauan Aru," ujar Wanhar pada acara peresmian Program BPBL di Desa Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (2/11).
Wanhar mengatakan, selain meningkatkan rasio elektrifikasi, program BPBL juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat. Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat penerima manfaat BPBL diharapkan tidak lagi tergantung penyediaan listrik dari tetangga.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VII DPR Mercy Chriesty Barends mengatakan, masalah kelistrikan di Kepulauan Aru harus diselesaikan dengan tuntas, tujuannya untuk meningkatkan elektrifikasi se-Indonesia.
Dia menambahkan, Komisi VII bersama dengan ESDM dan PLN berkomitmen menuntaskan persoalan listrik di seluruh Maluku.
"Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan bisa mempercepat kelistrikan, kita tidak ingin masyarakat kita tertinggal dalam kegelapan. Jadi bagi semua pemangku kepentingan, dengan program BPBL ini kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan listrik ada maka masyarakat kecil bisa mengembangkan ekonomi produktif, home industry karena listrik sudah menyala," jelas Mercy.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga menjelaskan, kelistrikan atau penerangan masih menjadi persoalan di sejumlah daerah, termasuk Kepulauan Aru. "Untuk mengatasi permasalahan ini pemerintah pun merencanakan dan membuat berbagai program, untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya melalui Kementerian ESDM yaitu melalui program BPBL kepada warga miskin, dan ini juga merupakan prakarsa dari Ibu Mercy," jelas Johan.
Executive Vice President Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Indradi Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan Komisi VII yang telah memberikan penugasan kepada PLN untuk melaksanakan program BPBL.
"Kami ucapkan selamat, mudah-mudahan program ini banyak memberikan manfaat, memberikan keberkahan, serta dapat dimanfaatkan dengan baik. Kiranya dengan program BPBL ini juga dapat membantu mengembangkan pendidikan keluarga maupun ekonomi keluarga," ungkap Indradi.
Elisabeth Karatem (33), Sepnat Siarukin (39), dan Yakop Siarukin (44) merupakan tiga warga penerima BPBL di Kepulauan Aru. Mereka mengaku senang mendapatkan bantuan instalasi listrik gratis ini.
"Beta (saya-red) merasa senang, lewat bantuan pemerintah lampu bisa menyala," ujar Elisabeth, Ibu anak empat yang sebelumnya memperoleh listrik dari menyalur dari tetangganya.
Sepnat yang bekerja sebagai buruh bagasi pelabuhan yang juga menyalur listrik dari rumah tetangganya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Bu Mercy. "Beta merasa senang, selama ini beta tidak dapat listrik, terima kasih sudah bantu kita sebagai masyarakat kecil," ujar Sepnat.
Yakop juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan PLN atas bantuan yang diberikan. "Saya senang sekali, lampu sudah menyala, karena selama ini saya memakai pelita," kata Yakop.