Kota Tarakan memiliki kegiatan budaya tahunan yang bernama Gawas Dumud. Gawas merupakan singkatan dari Gabungan Warga Selumit, sedangkan Dumud (bahasa Tidung) yang berarti daratan. Berbeda dengan Festival Iraw Tengkayu yang dilaksanakan di laut, Pesta Gawas Dumud digelar di darat yang menampilkan berbagai macam budaya Suku Tidung yang dilakukan sehari-hari.
Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, Pesta Gawas Dumud ini masuk ke dalam top 10 calendar of event Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Suku Tidung ke generasi muda dan melestarikan budaya sehingga tidak terlupakan.
"Sebenarnya highligth Gawas Dumud untuk tahun ini 'kalau mau bersatu mesti intim'. Saya kira seperti itu. highlight tahun ini. Upaya kita mengumpulkan para tetua dan anak muda, seluruh warga tidung dalam upacara tradisional," jelasnya.
Banyak sekali kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pesta Gawas Dumud, seperti karnaval, adat budaya, gambus khas Tidung, Salawatan, pertunjukan seni dan budaya Tidung yang akan ditampilkan oleh seluruh anak sekolah di Tarakan, dan ada penganugerahan kepada ketua adat.
Kegiatan yang khas dalam Gawas Dumud yaitu, Kiwon Berbingkai. Yaitu malam penghargaan kepada para tetua adat yang selama ini berkontribusi dalam melestarikan budaya Tidung.
"Ada kiwon berbingkai, malam penganugerahan kepada para ketua adat yg selama ini berusaha melestarikan budaya tidung. biasanya diberikan penghargaan dalam bentuk ayam panggang yang telah dihias, yang nantinya dimakan rame-rame oleh warga," ujar khairul.
Tahun ini, Gawas Dumud juga akan diramaikan dengan pemecahan Rekor MURI menumbuk daun sabai yang akan dilakukan oleh 800 ibu-ibu di sepanjang jalan karnaval. Kegiatan menumbuk daun sabai merupakan kegiatan sehari-hari para warga Tidung. Istimewanya, kali ini 800 ibu-ibu akan menumbuk daun sabai berbarengan dan bukan hanya menumbuk tapi dengan irama sehingga sepanjang jalan karnaval terdengar suara irama menumbuk daun sabai.
"Tahun ini kita ada kegiatan memecahkan rekor MURI numpuk daun sabai. Ada 800 ibu-ibu yang akan menumbuk daun sabai, itu daun ubi, yang dilakukan sepanjang jalan yang dilalui karnaval budaya," tuturnya.
Mau tahu lebih lanjut tentang Gawas Dumud Kota Tarakan, yuk saksikan Tarakan Is My City Podcast Episode 11 Episode 11: Kemeriahan Pesta Gawas Dumud.