135 Rumah di Garut Retak Akibat Gempa Tak Dapat Bantuan Pemerintah

Rumah yang terdampak gempa masih bisa ditempati oleh warga karena dianggap tidak membahayakan penghuninya.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
135 Rumah di Garut Retak Akibat Gempa Tak Dapat Bantuan Pemerintah
Tembok Rumah di Ciamis Retak Akibat Gempa Garut. ©2022 Merdeka.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut mencatat 135 rumah rusak akibat diguncang gempa bermagnitudo 6,4 pada Sabtu (3/12) kemarin. Namun pemerintah Kabupaten Garut tidak akan memberikan bantuan kepada pemilih rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Satria Budi menjelaskan bahwa 135 rumah yang rusak akibat guncangan gempa tersebar di 40 desa di 16 kecamatan Kabupaten Garut. "Rumah-rumah yang terdampak gempa itu mengalami rusak ringan, hanya retak-retak kecil," kata Satria, Selasa (6/12).

Kendati mengalami rusak, menurut Satria, rumah-rumah yang terdampak gempa masih bisa ditempati oleh warga karena dianggap tidak membahayakan penghuninya. Oleh karena itu, dia memastikan bahwa tidak ada warga yang mengungsi akibat gempa yang terjadi akhir pekan kemarin.

"Untuk korban yang mengalami luka ada satu orang di Kecamatan Selaawi akibat tertimpa asbes rumah. Untuk fasilitas lainnya yang terdampak, ada 3 fasilitas ibadah dan 5 fasilitas pendidikan. Itu semuanya juga hanya kerusakan ringan. Kalau korban jiwa dipastikan tidak ada," ujar dia.

Meski ada lebih dari seratus rumah dan fasilitas pendidikan juga ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa, Satria menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan memberikan bantuan. "Karena tingkat kerusakan yang ringan dan kondisi rumah masih aman untuk ditempati," tandasnya.

Gempa Berpusat di Darat

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Kabupaten Garut, Sabtu (3/12). Getaran terasa hingga beberapa wilayah di Jawa Barat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, gempa itu terjadi pukul 16.49 WIB. Adapun pusat gempa itu berada di barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 118 kilometer.

"Dalam beberapa menit pertama setelah gempa, parameter gempa dapat berubah dan boleh jadi belum akurat," kata Rahayu di Bandung, Jawa Barat.

Pantauan merdeka.com di Kota Garut, sejumlah warga panik dan berhamburan keluar bangunan saat gempa terjadi. Warga merasakan gempa sekira lima detik.

"Pada panik, pada mau keluar lari. Pas persiapan lari, gempa sudah berhenti," kata salah satu warga Garut bernama Aris kepada merdeka.com.

Seorang warga Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami luka di kepala akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (12/3) petang. Getaran gempa dengan kekuatan magnitudo 6,4 itu menyebabkan genteng rumah berjatuhan dan menimpa kepala korban.

Kapolsek Limbangan Resor Garut, Kompol Remmy Eka Saputra membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa saat ini korban dengan jenis kelamin perempuan itu sudah mendapatkan perawatan.

"Memang betul ada warga kami yang menjadi korban akibat gempa. Luka di bagian kepala karena tertimpa genteng rumahnya saat gempa. Korban sudah dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan," kata Remmy saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Rekomendasi