Gunung Semeru Erupsi, Wabup Lumajang Minta Lintasan Warga di Jalur Lahar Ditutup

Seluruh pengendara atau penambang dilarang melintas maupun beraktivitas di sekitar kawasan Curah Kobokan. Sebab, lokasi ini merupakan jalur aliran lahar Gunung Semeru.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Gunung Semeru Erupsi, Wabup Lumajang Minta Lintasan Warga di Jalur Lahar Ditutup
Penampakan Gunung Semeru yang Muntahkan Awan Panas Guguran. ©2022 Merdeka.com

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar memberikan arahan untuk menutup seluruh lintasan warga di jalur aliran lahar Gunung Semeru menyusul erupsi pada Minggu (4/12).

"Pos pantau BPBD di Curah Kobokan sudah menutup semua lintasan," kata Indah Amperawati Masdar, Minggu (4/12).

Seluruh pengendara atau penambang dilarang melintas maupun beraktivitas di sekitar kawasan Curah Kobokan. Sebab, lokasi ini merupakan jalur aliran lahar Gunung Semeru.

"Tidak boleh ada 1 orang warga pun yang berada di sekitarnya, baik melintas maupun beraktivitas," katanya.

Ia juga menambahkan agar warga tetap waspada dan berhati-hati akan peningkatan aktivitas Gunung tertinggi di pulau Jawa ini. Indah juga berdoa agar masyarakat sekitar lereng Semeru diberi keselamatan.

"Semoga Allah memberi kekuatan dan keselamatan untuk masyarakat Lumajang," tutupnya.

Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (4/12) pukul 02.46 WIB. Laporan Pos Pantau Semeru, tercatat telah terjadi 8 kali gempa Letusan atau Erupsi dengan amplitudo 18-22 mm, dan lama gempa 65-120 detik.

Adanya peningkatan aktivitas ini terjadi selama 6 jam pada periode waktu 00.00 - 06.00 WIB. Awan Panas Guguran (APG) meluncur dari kawah jonggring saloko dengan jarak sejauh 7 km dengan amplitudo maksimal 35 mm.

Dari pengamatan visual, tinggi kolom abu teramati ±1500 m di atas puncak (± 5176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan.

Rekomendasi