Survei Indikator: BPOM Paling Bertanggung Jawab Kasus Gagal Ginjal Anak

Indikator Politik Indonesia mencatatkan hasil survei opini publik terkait siapa yang paling bertanggungjawab atas kasus gagal ginjal akut pada anak. Hasilnya, BPOM dinilai sebagai pihak yang paling bertanggungjawab.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Survei Indikator: BPOM Paling Bertanggung Jawab Kasus Gagal Ginjal Anak
Kepala BPOM RI Penny K Lukito. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani

Indikator Politik Indonesia mencatatkan hasil survei opini publik terkait siapa yang paling bertanggungjawab atas kasus gagal ginjal akut pada anak. Hasilnya, BPOM dinilai sebagai pihak yang paling bertanggungjawab.

Sebanyak 38,9 persen menyatakan BPOM sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Disusul oleh Kementerian Kesehatan dengan angka 31,4 persen.

"BPOM dan Kemenkes dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab," ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi saat rilis survei, Minggu (27/11).

Sementara, 19 persen responden menilai perusahaan obat bertanggung jawab. Kemudian Presiden Joko Widodo 2,8 persen. Lainnya 0,2 persen dan tidak jawab 7,7 persen.

Sementara itu, kepuasaan publik terhadap Kementerian Kesehatan menangani kasus gagal ginjal akut cukup tinggi. Yaitu 2,8 persen menyatakan sangat puas, 47,2 persen cukup puas.

Sementara yang kurang puas ada 39,6 persen, dan tidak puas sama sekali 4,8 persen. Responden yang tidak menjawab 5,5 persen.

"Separuh warga yang mengetahui merasa cukup atau sangat puas atas kinerja Kementerian Kesehatan dalam penanganan kasus tersebut, tapi yang kurang puas juga sangat besar, sekitar 44.4%," ujar Burhanuddin.

Indikator menggelar survei pada 30 Oktober sampai 5 November 2022. Survei menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling dengan jumlah responden 1220 orang. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Rekomendasi