Gubernur Edy Rahmayadi Instruksikan Pasien Gangguan Ginjal Akut Dirawat di Medan

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menginstruksikan agar seluruh anak dari berbagai daerah di Sumut, yang mengalami gangguan ginjal akut progresif atipikal, mendapatkan perawatan di Kota Medan. Semua harus dirawat di RSUP H Adam Malik, sebagai rumah sakit rujukan.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Gubernur Edy Rahmayadi Instruksikan Pasien Gangguan Ginjal Akut Dirawat di Medan
Gubernur Edy Rahmayadi.©2022 Merdeka.com/Uga Andriansyah

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menginstruksikan agar seluruh anak dari berbagai daerah di Sumut, yang mengalami gangguan ginjal akut progresif atipikal, mendapatkan perawatan di Kota Medan. Semua harus dirawat di RSUP H Adam Malik, sebagai rumah sakit rujukan.

"Apabila ada tanda-tanda seperti yang kami diskusikan terkait anak-anak kita, seluruhnya harus segera dievakuasi. Bukan diobati di daerah (tapi) dilakukan evakuasi ke Medan ke rumah sakit rujukan RSUP H Adam Malik. Ini saya lakukan," kata Edy seusai rapat koordinasi penanggulangan gangguan ginjal akut di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (24/10).

Saat ini terdapat 14 kasus gangguan ginjal akut pada anak . Delapan anak di antaranya meninggal dunia, dua anak telah sembuh, dan empat lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

Biaya Perawatan Gratis

Edy menegaskan seluruh biaya pengobatan dan perawatan terhadap anak di Sumut yang mengalami gangguan ginjal akut akan digratiskan. "Semua gratis khusus untuk indikasi yang kami diskusikan (gangguan ginjal akut)," ucapnya.

Dalam rapat koordinasi terkait penanganan gangguan ginjal akut di Sumut. Pemerintah Provinsi Sumut saat ini masih mencari tahu penyebab dari gangguan ginjal akut progresif pada anak.

"Terkhusus kepada kemungkinan obat yang tidak dibolehkan ini tadi didiskusikan. Tapi yang paling penting ini kita mencari solusi awal adalah kita patuhi yang tidak diizinkan itu yang kemungkinan penyebab. Bukan saya katakan itu penyebab. Tapi kemungkinan kemungkinan dengan segala alasan tadi," pungkas Edy.

Rekomendasi