Cerita Ayahanda Siswa MTsN 19, di Tengah Kemacetan Jalan Tol Terima Kabar Anak Tewas

Pihak sekolah memberi informasi bahwa banjir telah masuk ke lingkungan MTsN 19 Jakarta. Orang tua diimbau segera menjemput putra putrinya.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Cerita Ayahanda Siswa MTsN 19, di Tengah Kemacetan Jalan Tol Terima Kabar Anak Tewas
Dendis Al Latif (tangan diangkat) siswa MTsN 19 Jakarta Tewas tertimpa roboh. ©2022 Merdeka.com

Awan duka masih menyelimuti kediaman Dendis Al Latif. Siswa MTsN 19 Jakarta yang tewas tertimpa tembok sekolahnya.

Pagi ini, jenazah Dendis dikebumikan di TPU Jagakarsa. Muchamad Al Latif, ayahanda mendiang Dendis menceritakan dirinya tak kuasa menahan duka mendalam tatkala menerima kabar siswa MTsN 19 Jakarta itu meninggal dunia.

Betapa tidak, Latif mendapatkan kabar duka itu saat terjebak kemacetan tol dalam kota. Bocah 13 tahun, siswa MTsN 19 Jakarta meninggal tertimpa tembok sekolahnya sendiri.

Saya juga lagi kerja di Cengkareng, ditelfon, saya suruh jemput, udah sampe Tol Meruya dikabarin anak saya sudah dibawa ke (RS) Prikasih. Terus 15 menit kemudian, dikabarin udah enggak ada," kata Latif saat dikunjungi merdeka.com di rumahnya kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (7/10).

Bak tersambar petir di siang bolong. Kabar anaknya tewas begitu mengguncang Latif. Ingatannya langsung kembali saat pagi hari, mendiang Dendis minta diantar ke sekolah oleh ibundanya.

"Kita dari pihak keluarga kayaknya percaya enggak percaya gitu kan. Paginya berangkat, minta anterin sama mamanya. Pulang kok enggak nelepon, enggak apa. Tahu-tahunya dapat kabar (Dendis meninggal)," kata Latif.

Sambil sesekali tatapannya kosong, Latif berusaha menegarkan suaranya, melanjutkan bercerita.

Awalnya, kabar Dendis tewas diterima istrinya, Yusnia dari pihak sekolah. Yakni, sekitar pukul 14.00, istrinya diminta menjemput Dendis ke sekolah.

Pihak sekolah memberi informasi bahwa banjir telah masuk ke lingkungan MTsN 19 Jakarta. Orang tua diimbau segera menjemput putra putrinya.

"Enggak bisa lewat kita. Itu kurang lebih dua meter karena memang kali dan posisi sekolahnya agak ke dalam," kata Latif.

Akhirnya, Yusnia langsung menjemput. Namun, Yusnia terjebak macet karena banjir. Yusnia langsung menghubungi Latif.

Sebelumnya, terjadi peristiwa tembok roboh di Gedung Sekolah MTsN 19 Jakarta pada Kamis (6/10) pukul 14.50 WIB di Jl. Pinang Kalijati No.1 RT.08/09, Kel. Pondok Labu, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan setelah hujan lebat yang melanda Jakarta.

Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh karena tembok tidak mampu menahan luapan air yang ada. Posisi sekolah berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

Akibatnya, terdapat tiga siswa yang meninggal siswa, yaitu DSG (13), MAE (13), dan DAL (13).

Adapun korban luka-luka berjumlah tiga orang, yaitu ADA (13), NIF (15), dan ND (14).

Rekomendasi