KSP Minta Masyarakat Tak Sebar Foto dan Video Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

KSP turut berduka cita kepada korban tragedi ini. Juri mengatakan, pertandingan sepakbola tidak seharusnya dibayar dengan nyawa.

Muhammad Genantan Saputra
KSP Minta Masyarakat Tak Sebar Foto dan Video Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan
Tangis keluarga korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP/JUNI KRISWANTO

Kantor Staf Presiden (KSP) mengimbau masyarakat agar menahan diri untuk tidak menyebarkan video atau foto yang menunjukkan kondisi korban kerusuhan pasca-pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10). Imbauan ini disuarakan untuk menghormati korban beserta keluarga yang ditinggalkan.

"Indonesia memang sedang berduka atas tragedi ini. Namun kami mengimbau agar masyarakat menahan diri dengan tidak menyebarkan konten-konten yang sensitif terkait korban kerusuhan. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan trauma dan duka bagi keluarga korban," kata Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Juri Ardiantoro, Minggu (2/1).

KSP turut berduka cita kepada korban tragedi ini. Juri mengatakan, pertandingan sepakbola tidak seharusnya dibayar dengan nyawa.

Juri melanjutkan, Presiden Jokowi sudah menginstruksikan agar kasus ini diusut tuntas. Pemerintah akan memastikan tragedi ini tidak terulang kembali.

"Oleh karenanya, kami butuh dukungan dari masyarakat agar menahan diri dan bijak dalam menyebarkan konten di sosial media agar tidak memperkeruh luka batin yang sudah ada," kata Juri.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan suporter terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10), dipicu oleh kekalahan Arema FC atas Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

Hingga sore ini, menurut keterangan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, korban tewas akibat kerusuhan teridentifikasi sebanyak 174 orang. Sedangkan data per pagi hari ini menunjukkan lebih dari 180 korban luka masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Rekomendasi