PSI Dorong Polri hingga Kemenpora Tuntaskan Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya

Kericuhan usai laga Arema FC vs Persebaya menelan 129 korban jiwa. Selain itu, 180 orang mengalami luka-luka.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PSI Dorong Polri hingga Kemenpora Tuntaskan Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya
Suasana usai kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP

Kericuhan usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/) malam menelan 129 korban jiwa. Selain itu, 180 orang mengalami luka-luka.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan, insiden yang terjadi pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya itu merupakan sebuah tragedi memilukan bagi sepak bola Tanah Air.

"Kami keluarga besar PSI menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya 127 orang usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan. Semoga ini menjadi peristiwa memilukan yang terakhir di sejarah persepakbolaan Indonesia," ujar Ketua Umum PSI, Giring Ganesha, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (2/10).

Giring mendorong adanya tanggung jawab untuk seluruh keluarga korban dengan hadirnya santunan. Selain itu, aparat keamanan juga diminta mengusut tuntas penyebab kerusuhan.

"Kepolisian, PSSI dan Kemenpora harus bertanggung jawab atas kejadian mengerikan ini. Tidak bisa selesai hanya dengan saling melempar tanggung jawab," tegas Giring.

Giring tak menampik, kejadian ini akan timbul potensi pembekuan liga Indonesia oleh FIFA dalam jangka waktu yang relatif panjang. Dia memastikan hal itu akan menyulitkan kondisi para pemain, khususnya para atlet yang menjadikan sepakbola tumpuan kehidupan.

"Akan sangat menyulitkan saudara-saudara sebangsa, terutama atlet sepak bola, jika sampai terjadi pembekuan liga. Tentu sangat berat," tutup Giring berempati.

Reporter: Radityo

Sumber: Liputan6.com.

Rekomendasi