Situs Pemprov Sultra Diretas Mengatasnamakan Bjorka, Diskominfo: Kita Matikan Server

Situs Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), https://www.sultraprov.go.id/ dibobol hacker mengatasnamakan Bjorka. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra pun langsung mengambil langkah dengan mematikan server dan melakukan reset.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Situs Pemprov Sultra Diretas Mengatasnamakan Bjorka, Diskominfo: Kita Matikan Server
Ilustrasi hacker. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Situs Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), https://www.sultraprov.go.id/ dibobol hacker mengatasnamakan Bjorka. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra pun langsung mengambil langkah dengan mematikan server dan melakukan reset.

Kepala Diskominfo Sultra Ridwan Badalah membenarkan situs milik pemprov diretas seseorang yang mengatasnamakan Bjorka. Namun , dia tidak yakin Bjorka meretas situs https://www.sultraprov.go.id/.

"Saya kira tidak (bukan Bjorka), cuma inisial itu. Sudah slesai dan tidak ada masalah serta sudah kami pulihkan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (26/9).

Ridwan melihat pihak yang meretas situs Pemprov Sultra hanya kelompok yang ingin memperkenalkan diri. Apalagi, menurut Ridwan, tidak ada data milik Pemprov Sultra yang diambil.

"Tapi saya pikir tidak lah, karena dia tidak bikin apa-apa, dia cuma masuk saja. Dia kayaknya ingin berteman dengan kami saja," klaimnya.

Saat website Sultraprov.go.id diretas, para pelaku menuliskan "Hacked by Black_X12 ft 1K41_*& Yanagami_X12" pada laman situs itu.

Kerja Sama dengan BSSN

Setelah aksi peretasan tersebut, Diskominfo Sultra langsung melakukan mitigasi. Bahkan, Diskominfo Sultra sampai mematikan server.

"Kita matikan server dan kita lakukan mitigasi. Kita temukan dia masuk di aplikasi dan mengganggu aplikasi kami," sebutnya.

Ridwan mengatakan, untuk pemulihan, pihaknya bekerja sama dengan CISRT dan terhubung dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Ia mengaku saat ini kondisi situs sudah berangsur normal.

"Dan alhamdulillah jam 9.00 Wita sudah selesai. Kita masih reset ini dan tidak ada satu pun data maupun sistem yang diambil," ungkapnya

Ridwan menambahkan reset sistem dilakukan untuk menormalisasi website. "Kita masih reset, jangan sampai mereka masih ada di dalam, karena belum kita dapat semua. Siapa tahu mereka masih bersembunyi," sebutnya.

Rekomendasi