Usai upacara penurunan bendera merah putih, para pejabat tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar malam tos kenegaraan di rumah jabatan Gubernur Viktor Laiskodat.
Hadir juga dalam malam tos kenegaraan itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Halim Iskandar beserta istrinya usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu.
Di sela-sela acara itu, istri gubernur NTT Julie Sutrisno Laiskodat memperkenalkan tuak manis, minuman khas NTT dari pohon lontar.
Forkopimda termasuk Menteri Halim Iskandar diundang Viktor bersama istrinya, serta Wakil Gubernur untuk maju ke depan dan mencicipi tuak manis.
Tuak manis disuguhkan ke dalam wadahnya bernama haik. Kemudian diberikan kepada seluruh pejabat yang hadir. "Ini rasanya manis dan wadahnya antik," ujar Menteri Halim Iskandar, Rabu (17/8).
Viktor mengatakan, ini merupakan satu-satunya di dunia tos kenegaraan menggunakan tuak manis yang diisi ke dalam wadah tradisional, yang disebut dengan bahasa lokal bernama Haik.
Advertisement
Sementara itu, Julie menambahkan, tuak manis dan haik harus di-launching dulu agar seluruh masyarakat NTT sadar bahwa ini minuman tradisional non alkohol yang harus dikembangkan.
"Jadi moke dan sopi itu orang sudah kenal, tapi semestinya minuman non alkohol karena tidak difermentasi ini harus dikembangkan. Sehingga petani lontar juga bisa diuntungkan," jelasnya.
Menurut Julie, jika tuak manis dipakai atau disajikan dalam kegiatan resmi atau upacara kenegaraan, otomatis wadahnya bernama haik akan ikut dikembangkan dan penyadap lontar pun bisa ikut sejahtera.
"Jadi tahun kemarin tii langga, tahun ini seribu sasando, tahun depan mudah mudahan seribu haik," tutupnya.