Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di perbukitan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) dinilai akan berdampak terhadap wisatawan.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan karhutla akan membuat wisatawan enggan datang ke danau vulkanis terbesar di dunia itu.
"Orang (wisatawan) tidak akan datang kalau itu lihat tempat itu terbakar. Jangankan orang, belalang aja tidak mau datang karena takut sama api. Apalagi kita semua," katanya, Kamis (11/8).
Advertisement
Dia meminta agar masyarakat tak lagi melanjutkan kebiasaan buruk untuk membakar hutan dan lahan. Pasalnya, Danau Toba merupakan salah satu destinasi super prioritas.
"Kebiasaan buruk (oknum masyarakat) ini yang harus kita luruskan. Nanti ada langkah-langkah berikutnya. Mungkin tindakan tegas untuk tidak melakukan hal tersebut," ungkapnya.
Padahal, kata Edy, pihaknya kerap mengingatkan agar masyarakat tak lagi membuka lahan pertanian dengan cara membakar hutan.
"Ini nanti harus kami berikan pengertian kepada rakyat-rakyat yang masih mengikuti kebiasaan-kebiasaan masa lalu," pungkasnya.
Advertisement
506 Hektare Perbukitan Danau Toba Alami Kebakaran
Kebakaran hutan dan lahan di perbukitan kawasan Danau Toba tercatat seluas 506 hektare. Karhutla yang terjadi sejak Jumat (5/8) kemarin itu setidaknya merembet ke 15 lokasi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Kepala Dinas Kehutanan Sumut, Herianto, memerinci karhutla itu melanda kawasan perbukitan di Turpuk Sihotang, Taman PPK Hutan Pinus, Sorsor Dolok Harian, Aek Sipitu Dai, Simullop, Simpang Gonting, Simarsasar, sekitar SMK Negeri 1 Harian, Pertungkoan Salaon Dolok, Menara Pandang Tele, Garoga Simanindo, Buntu Mauli Sitio 2, Tele, Jungak, dan Arsam Sekolah Sianjur.
"Berdasarkan data satelit yang ada. Titik panas yang di Kabupaten Samosir sampai dengan Selasa (8/8) berjumlah 50 hotspot, luas terbakar sekitar 506 hektare," katanya, Rabu (10/8).
Advertisement
Dia menambahkan, karhutla di wilayah Samosir itu telah berhasil dipadamkan. Karhutla terjadi lantaran disebabkan oleh oknum yang dengan sengaja membakar hutan untuk membuka lahan pertanian.
Atas kejadian kebakaran tersebut Pemerintah Provinsi Sumut telah membentuk tim terpadu penanggulangan kebakaran hutan.
"Kita sudah bentuk tim terpadu penanggulangan kebakaran hutan," ujar Herianto.
Advertisement
Selanjutnya, Dinas Kehutanan Sumut akan kembali melakukan penghijauan di lahan-lahan yang terbakar di kawasan perbukitan Danau Toba.
"Penghijauan sudah tetap menjadi agenda utama kami," tandas Herianto.
Seperti diketahui, dalam peristiwa karhutla ini polisi telah menangkap dua orang yakni PS (64) dan KN (14). Mirisnya, salah satu pelaku masih di bawah umur. Saat itu dia diperintah oleh gurunya untuk membakar sampah di belakang sekolahnya. Nahas, api malah merembet ke lahan lain dan menyebabkan karhutla.