Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah meminta kepada pemerintah daerah untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) setelah meninggalnya anak usia 7 tahun akibat Covid-19 di Kota Magelang. Langkah itu dinilai perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada anak.
"Betul, kami dapat laporan ada satu anak meninggal usai terkonfirmasi Covid-19," kata Sekretaris IDAI Jateng Choirul Anam, Rabu (10/8).
Dia menyebut sebagai bentuk antisipasi penularan Covid-19 pada anak, percepatan vaksinasi dosis satu dan dua juga perlu dilakukan.
"Vaksin juga belum semua anak mendapatkan," ungkapnya.
Advertisement
20 Anak Positif Covid-19
Terkait penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dan keluarga juga perlu diperketat kembali. Sebab, penularan Covid-19 pada anak kembali masif sejak Juli lalu. IDAI mencatat sebanyak 20 anak di Jawa Tengah terkonfirmasi Covid-19.
"Awal tahun sempat nihil, tapi pada pertengahan tahun ini ada kenaikan. Prokes ketat juga perlu diterapkan," jelasnya.
Sebelumnya, anak usia 7 tahun di Kota Magelang meninggal dunia setelah terkonfirmasi Covid-19. Dia sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Tidar Kota Magelang. Selain itu, bocah itu dilaporkan memiliki penyakit komorbit.