Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap mengungkap bahwa koruptor lebih percaya menyimpan orang hasil korupsi kepada orang jujur. Hal itu terungkap ketika Yudi memeriksa orang-orang yang menjadi lingkaran koruptor saat masih menjadi penyidik lembaga antirasuah.
Yudi mengatakan, orang kepercayaan koruptor ini memegang catatan keuangan koruptor secara rapi. Seperti mencatat sumber dan jumlah uang diberikan koruptor tersebut. Termasuk aliran uang tersebut dipergunakan. Koruptor akan mengecek semua fulus diberikan kepada orang kepercayaannya tersebut.
"Koruptor lebih percaya pengelolaan keuangannya kepada orang yang dianggapnya jujur dan terpercaya karena dia enggak ingin uang korupsinya dikorup atau ditilep juga kalau tangan kanannya itu orang enggak jujur," kata Yudi dikutip dari akun twitternya @yudiharahap46, Rabu (29/6).
Yudi menyebut korupsi tak bisa dilakukan sendiri. Termasuk mengelola uang hasil korupsi tersebut. Membeli aset untuk mencuci uang hasil korupsi dan menyamarkan sumber uang. Oleh sebab itu koruptor membutuhkan tangan kanan terpercaya.
Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini menambahkan, koruptor membutuhkan orang kepercayaan karena takut aset atau uang hasil praktik rasuahnya dikhianati. Sebab jika orang kepercayaan itu berkhianat, koruptor tak bisa berbuat banyak.
"Kalau dia berkhianat maka uang dan asetnya diakui orang itu dan koruptor gigit jari. Sebab lapor gugat pun jadi masalah nantinya," ujar Yudi.
Advertisement
Cara Koruptor Cari Uang
Yudi mengatakan, ada satu hal dipikirkan seorang koruptor. Selama masih punya jabatan, kewenangan, kekuasaan dan kedudukan, korupsi akan terus dilakukan untuk menambah pundi-pundi kekayaan.
Oleh sebab itu dikatakan Yudi, tak heran ketika ditangkap harta koruptor sangat banyak. Mulai dari mobil mewah, rumah premium hingga tanah ratusan hektar.
"Padahal sebanyak banyak korup makannya paling 3 kali sehari," kata Yudi.