Lawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Kereta, PT KAI Kampanye Serentak di Stasiun

PT Kereta Api Indonesia (Persero) wilayah Daop 1 Jakarta terus mendorong kesadaran ant-pelecehan seksual di kereta. Mereka bekerja sama dengan Komnas Perempuan menggelar kampanye serentak di sejumlah stasiun.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Lawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Kereta, PT KAI Kampanye Serentak di Stasiun
KAI Commuter kampanye cegah kekerasan dan pelecehan seksual di KRL. ©Liputan6.com/Johan Tallo

PT Kereta Api Indonesia (Persero) wilayah Daop 1 Jakarta terus mendorong kesadaran ant-pelecehan seksual di kereta. Mereka bekerja sama dengan Komnas Perempuan menggelar kampanye serentak di sejumlah stasiun.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan resminya mengatakan, KAI mengajak masyarakat untuk berani mencegah terjadinya tindak pelecehan seksual yang terjadi di transportasi umum, khususnya di kereta api. Jika ada yang melihat tindakan tersebut bisa langsung melapor.

"Kampanye ini mengajak masyarakat agar saling menghargai dan menghormati sesama pelanggan saat menggunakan layanan jasa KAI sehingga dapat terwujud transportasi kereta api yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan," jelas Eva, Rabu (29/6).

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan menyampaikan imbauan melalui pengeras suara serta sejumlah media kampanye seperti spanduk, poster, pamflet, dan stiker. Selain itu, dilakukan juga penandatanganan petisi untuk mendukung anti pelecehan seksual.

"Masyarakat di stasiun juga diajak untuk menandatangani petisi antipelecehan seksual di transportasi publik, khususnya di stasiun dan kereta api," ujarnya.

Petugas KAI Siaga

Selama periode 2021 hingga Juni 2022, KAI telah melakukan 25 kali kegiatan sosialisasi anti tindakan kekerasan dan pelecehan seksual di stasiun-stasiun berbagai kota, antara lain Jakarta, Medan, Malang, dan Purwokerto. "KAI akan terus melakukan sosialisasi lebih lanjut agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi terkait menjaga kesopanan di transportasi kereta api," tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, petugas KAI baik di stasiun maupun di atas kereta api akan terus bersiaga jika terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual. KAI juga tetap meminta pelanggan agar tetap waspada dan melaporkan kepada petugas jika terjadi tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.

"Melalui kampanye serentak ini diharapkan tindakan pelecehan seksual di transportasi publik tidak terjadi lagi dan masyarakat dapat menikmati perjalanan, khususnya menggunakan moda kereta api, dengan nyaman dan menyenangkan baik saat bepergian jarak pendek ataupun jarak jauh," tutupnya.

Rekomendasi