Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, bahwa negara Amerika Serikat (AS) kesulitan mencari susu bayi. Hal ini merupakan kondisi global yang penuh ketidakpastian dari imbas perang Rusia-Ukraina.
"Bahkan waktu saya ke Amerika kemarin dua hari lalu yang namanya susu bayi enggak ada barangnya, ini Amerika loh sampai kehilangan kehabisan barang seperti itu," kata Jokowi saat membuka Rakernas V Projo di Jawa Tengah, Sabtu (21/5).
Jokowi mengungkapkan, setelah dihantam dua tahun pandemi muncul persoalan perang Rusia-Ukraina. Dampak dari perang itu tidak bisa diremehkan.
"Harus saya sampaikan apa adanya semua negara sekarang ini tidak mudah, negara kita juga sama tidak gampang menghadapi persoalan ini," ujar dia.
"Pemulihan ekonomi yang sudah kita hitung-hitung akan muncul tahun ini ditimpa oleh perang Rusia-Ukraina jangan dianggap ini dianggap hal biasa," jelas Jokowi.
Menurutnya, tidak mudah mengelola masalah negara dampak dari perang itu. Imbasnya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan harga-harga yang naik.
Kemudian, dua masalah utama yang paling disorot adalah energi dan pangan. Gas, BBM, dan listrik mengalami kenaikan, begitu juga harga jagung di Eropa.
"Semua negara ini yang namanya jagung di Eropa, Amerika naiknya sudah lebih dari 30 persen," ungkapnya.
"Begitu juga namanya bensin, hati hati kita ini masih bertahan agar yang namanya pertalite tidak naik," ujar Jokowi.