Partai Persatuan Pembangunan (PPP) buka suara soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin. Operasi penangkapan Ade Yasin dilakukan sejak Selasa (26/4) hingga pagi hari ini, Rabu (27/4).
"Kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan," kata Sekjen DPP PPP, Arwani Thomafi kepada merdeka.com, Rabu (27/4).
Arwani mengaku belum mengetahui duduk perkara yang membelit Ade Yasin. Karena itu, dia enggan berkomentar banyak.
"Belum mengetahui duduk soalnya. Baiknya kita tunggu penjelasan resmi KPK," ucapnya.
Advertisement
Karir Politik Ade Yasin
Ade Yasin merupakan bupati petahana. Ia menjabat Bupati Bogor ke-12. Ade Yasin merupakan Ketua DPW PPP Jawa Barat.
Perempuan kelahiran 29 Mei 1968 ini menjabat Bupati Bogor sejak 30 Desember 2018 didampingi wakilnya Iwan Setiawan. Saat 2018 silam, pencalonan Ade Yasin-Iwan Setiawan diusung PPP, PKB dan Gerindra. Mereka mendapat nomor urut 2.
Sukses mengungguli empat pasangan calon, Ade-Iwan mendulang 912.221 suara atau 41,2 persen.
Menarik lagi ke belakang, sebelumnya Ade Yasin sempat duduk di Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bogor periode 2014-2018, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor periode 2009-2014. Serta ia merupakan seorang advokat sebelum terjun ke dunia politik di tahun 2000-2009.
Tim Satgas KPK mengamankan Bupati Bogor Ade Yasin dalam operasi tangkap tangan (OTT). Selain Bupati Ade Yasin, tim penindakan juga turut menyeret pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. Pihak BPK yang ditangkap diduga merupakan auditor.