Dosen UI, Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat mengawal aksi demo mahasiswa 11 April di Gedung DPR, Jakarta. Dia harus dilarikan ke rumah sakit karena aksi brutal massa yang menyerang Ade.
Kini Ade tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sejumlah kolega membagikan foto terkini Ade Armando yang tengah terbaring dengan sejumlah alat medis terpasang di tangannya.
Menurut rekan Ade, Nong Darol Mahmada menjelaskan, saat itu Ade untuk mengisi konten Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS). Ade menjabat sebagai ketum PIS.
"Salah satu kegiatan gerakan PIS itu adalah membuat konten dan acara aksi tadi itu akan dijadikan sebagai salah satu konten untuk pergerakan Indonesia untuk semua," kata Nong saat konferensi pers, Senin (11/4).
Advertisement
Ade sempat berbincang dengan awak media. Sekitar pukul 15.17 WIB, Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama pimpinan DPR, Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel berdialog dengan pendemo dari atas mobil komando. Ade bersama tim juga ikut melihat pernyataan Kapolri.
Setelah 30 menit Sigit meninggalkan tempat, para mahasiswa di depan gedung DPR sempat ricuh. Para mahasiswa mulai mundur teratur. Ade pun bersama tim ikut mundur menuju kawasan Stasiun Palmerah.
Untuk yang nanya kabar bang Ade. Beliau sudah aman dan tidak terlalu parah.
— Denny siregar (@Dennysiregar7) April 11, 2022
Cepat sembuh, bang Ade.. Dan makasih untuk mahasiswa, polisi dan orang2 yang sudah menyelamatkan beliau dari buasnya hyena pengecut yang maennya keroyokan..
☕☕ pic.twitter.com/OX354yuL0e
Niat untuk memberikan pernyataan terakhir dalam kontennya, tetapi malah diadang sejumlah kelompok yang memakai peci dan jaket hitam. Bukan cuma diadang, Ade juga sempat perang mulut dengan ibu-ibu.
"Ya, pertama emang pemicunya sih ibu-ibu kaya cekcok gitu sama bang Ade. Setelah cekcok itu lah pukulan pertama itu mulai," kata Indra Jaya Putra salah satu kameramen PIS yang sempat melihat kejadian itu.
Advertisement
Adu mulut itu berujung Ade dikeroyok di tengah massa. Pukulan pertama mengenai kepala belakang Ade. Dia dianiayai hingga tersungkur ke aspal. Bahkan, celana panjang yang dikenakannya dilucuti massa.
"Dari belakang. Bang Ade dipukul dari belakang. Langsung semuanya ngikut pukulin. Bang Ade langsung jatuh. Masih berdiri, langsung dipukuli ramai-ramai, sudah mulai dikeroyok, habis," ungkap Indra mengingat kejadian itu.
Aksi pengeroyokan terjadi cukup lama. Polisi pun terlambat untuk melerai mereka. Indra juga sempat mencari bantuan tetapi sayang, polisi baru datang 20 menit setelah kejadian, Ade baru diselamatkan.
"Polisi, saya sempat nyariin polisi berapa kali bilang Pak minta tolong ada yang digebukin cuman emang penanganannya sih. Lagi tersebar. Jadi lama lah penangannya sekitar 20 menit baru datang lah polisi," pungkasnya.