Zainudin beralih profesi menjadi petani timun suri selama bulan Ramadhan. Menurutnya, hasil dari panen timun suri cukup menggiurkan. Zainudin sudah memperhitungkan hari sebelum dan sesudah panen timun suri.
"Tanam timun suri dari pertama semai sampai panen 50 hari. Dari semai pindah ke lahan butuh waktu 10 hari setelah itu tanam ke lahan. Setelah tanam di lahan 50 hari baru bisa panen," kata Zainudin.
Zainudin menemui banyak kesulitan selama bertani timun suri, seperti sulitnya mendapat pupuk dan pohon yang cepat mati. Namun Zainudin tetap sabar dan rajin, mempelajari tentang bertanam timun suri.
Dari hasil bertani timun suri, Zainudin mendapat omzet sebesar Rp20 juta. Namun itu tergantung kondisi panen timun suri.
Zainudin tidak pernah gengsi bertani timun suri. Bahkan dia bangga, hasil panen timun surinya, bisa membantu perekonomian orangtua.
"Saya nggak pernah gengsi kerjaan kuli atau tani timun suri. Biar pun saya masih anak muda nggak gengsi karena ini pekerjaan yang halal, rezeki yang halal, buat menghidupi kedua orang tua saya. Saya nggak pernah malu yang penting di jalur yang halal," kata Zainudin.
Advertisement