Dalih Dea OnlyFans: Konten Porno Bukan untuk Masyarakat Indonesia

Abdillah tak mau menilai tindakan kliennya. Menurutnya, saat ini proses hukum masih berjalan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Dalih Dea OnlyFans: Konten Porno Bukan untuk Masyarakat Indonesia
Dea OnlyFans minta maaf. liputan6.com

Gusti Ayu Dewanti atau lebih terkenal dengan nama Dea OnlyFans mengakui telah membuat konten bermuatan porno. Namun, ia tak bermaksud menyebarkan konten porno ke masyarakat Indonesia.

"Klien kami mengakui semuanya terkait dengan yang ada di video tersebut. Yang membuat video tersebut Itu memang semuanya Dea," kata Penasihat hukum Dea OnlyFans, Abdillah di Polda Metro Jaya, Senin (28/3).

Abdillah tak mau menilai tindakan kliennya. Menurutnya, saat ini proses hukum masih berjalan.

"Bukan porsi kami, wewenang kami membenarkan atau menyalahkan perlakuan dari seseorang. Biarkan nanti prosedur yang menjawab," ujar dia.

Namun, penasihat hukum melihat ada zona abu-abu di tengah permasalahan yang mendera kliennya. Abdillah menyebut, kliennya membuat konten porno hanya ke satu platform yang bernama OnlyFans.

Artinya, ada usaha menempatkan konten porno sesuai wadah. Di mana pada platfrom OnlyFans diperkenankan adanya konten-konten yang berbau keasusilaan.

Selain itu, Onlyfans juga tidak diatur, dan tidak diakui. Servernya pun tak ada di indonesia.

"Jadi pada intinya kita tidak mengelak cuman kita menggaris bawahi ada zona abu-abu itu besar terkait dengan OnlyFans itu sendiri," ujar dia.

Abdillah mengingatkan OnlyFans bersifat privat dan tidak sembarang orang bisa mengakses.

"Jadi kalau konteks publik itu sendiri kalau menurut kami, publik itu bisa diakses dan dikonsumsi sama khalayak umum tanpa terkecuali. Sedangkan OnlyFans itu engga, OnlyFans hanya beberapa orang saja yang bisa mengakses dan sifatnya tertutup," terang dia.

Sementara itu, penasihat hukum lain Herlambang menambahkan kliennya sejatinya telah memblokir pengakses dari Indonesia. Artinya, konten porno bukan untuk konsumsi masyarakat Indonesia.

"Iya betul (bukan untuk masyarakat Indonesia) Negara dari Indonesia pun diblokir. Kalau misalkan ada orang yang jumping ke sana bahwa ada kenegaraan Indonesia itu sudah diblokir sama si Dea itu sendiri," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com

Rekomendasi