Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, tantangan yang dihadapi di tengah globalisasi dan revolusi digital makin kompleks. Untuk dapat mengikutinya, dibutuhkan SDM yang memiliki daya saing tinggi dan unggul dalam kompetisi global. Bukan cuma menjadi penonton atau pengekor.
“Tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa di tengah globalisasi dan revolusi digital makin hari kian kompleks. Kita ingin menjadi bangsa pemenang dalam kompetisi global, bukan penonton, apalagi pengekor,” tegas Ma’ruf saat menghadiri Wisuda STAI Shalahuddin Al-Ayyubi melalui konferensi video di Jakarta, Minggu, (27/3).
Lebih jauh, Wapres menekankan pentingnya menjadi pemuda-pemudi Islam Indonesia yang moderat, toleran, berdaya saing global dan maju. Sekaligus menjadi role model bagi generasi muslim dunia.
“Hal tersebut membutuhkan keunggulan dalam berbagai kualifikasi, bukan hanya bidang akademis, melainkan juga praktiknya di lapangan. Kemampuan teoritis yang membangun pola pikir sistematis dan terstruktur, mesti didukung kemampuan praktis untuk meraih hasil yang konkret,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf yang juga merupakan Pembina Yayasan Al Jihad Shalahuddin Al Ayyubi Jakarta menyampaikan beberapa pesan sebagai bekal wisudawan dalam menempuh masa depan untuk mewujudkan SDM unggul.
“Pertama, pegang teguh nilai-nilai agama dan kebangsaan kita, karena itulah jati diri kita sebagai muslim Indonesia. Bangsa kita berdiri di atas kemajemukan. Kita menerima pluralitas sebagai sebuah realitas dan kekayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita syukuri,” imbaunya.
Kedua, untuk dapat menguasai isu domestik dan isu global. Selain itu, mengikuti arus perkembangan teknologi dan digitalisasi.
“Pahami kemajuan teknologi dan digitalisasi, beserta dampaknya bagi kehidupan masyarakat. Jadikan kemajuan teknologi sebagai alat untuk memecahkan berbagai permasalahan masyarakat dan bangsa,” pesannya.
Ketiga, Ma'ruf mengingatkan, untuk menjadi pemimpin masa depan harus melewati tempaan dan pembelajaran yang tak kenal lelah.
“Jangan berhenti menuntut ilmu, karena pada kenyataannya, itu adalah pekerjaan seumur hidup, tidak terhenti di bangku sekolah dan kuliah, carilah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat, itu kata Rasulullah SAW,” pesan Wapres.